GURU besar Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM) Prof. Dr. M Sardjito telah mendapat legalitas sebagai pahlawan nasional. Perjuangan di masa penjajahan Belanda patut dikenang.
Selama hidupnya, Sardjito hidup dalam kesederhanaan, melayani pasien dengan ikhlas dan sederhana. Dia punya jiwa pengabdian yang tidak untuk dirinya sendiri, tapi juga masyarakat dan negara.
Dia mengawali jenjang pendidikan pada usia 6 tahun dengan belajar ngaji sekaligus belajar di Sekolah Rakyat. Hingga pada akhirnya dia melanjukan pendidikan kedokteran STOVIA serta meraih gelar dokter dengan predikat lulusan terbaik pada 1915.
Kemudian lanjut ke fakultas kedokteran di universitas Amsterdam, disinilah dirinya lebih intens tentang penyakit tropis. Lalu pindah ke universias Leiden, tak jauh dari Amsterdam yang mana Sardjito berhasil meraih gelar doktor pada 1923.
Di STOVIA lah jiwa nasionalismenya terbentuk. Bersama dengan dr. Wahidin, Sardjito pun menjadi anggota Budi Utomo dan siap berjuang dalam memerangi masa penindasan kolonial Belanda dan didapuk menjadi ketua Budi Utomo cabang Jakarta.