YOGYAKARTA - Meski hadir sebagai tempat peribadatan umat Budha, Konghuchu, dan Taoisme, namun keberadaan Klenteng tidak hanya menjadi perhatian bagi pemeluk tiga kepercayaan tersebut.
Masyarakat pemeluk lain, seperti muslim dan Kristen pun tak jarang yang menaruh perhatian dan kegagumannya pada arsitek klenteng yang dipandang sarat unsur budaya.
Sukma Lailli misalnya, Mahasiswa Akademi Keperawatan Yayasan Keperawatan Yogyakarta (YKY) semester I ini di tengah kesibukannya menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu klenteng yang ada di Kota Yogyakarta, yaitu Klenteng Tjien Ling Kiong Poncowinatan. Ia mengaku, tertarik dengan arsitek bangunannya yang menggambarkan gaya Tiongkok kuno.
“Klenteng itu unik dari sisi arsitekturnya. Warnanya identik dengan perpaduan merah dan emas. Lampionnya juga bagus,” katanya, seperti dikutip dari Harianjogja.com, Kamis (10/11/2016).
Awalnya, dia hanya ingin berfoto dari depan klenteng, namun karena diperbolehkan masuk ke Klenteng, ia semakin merasa penasaran dan ingin melihat sampai bagian dalam Klenteng.