MUSEUM Pancasila Sakti atau yang dikenal sebagai Museum Lubang Buaya menyimpan foto-foto dokumenter pengangkatan dan penguburan jasad tujuh Pahlawan Revolusi yang gugur pada aksi G 30 S pada 1965.
Ketika Okezone berkesempatan mendatangi museum yang berlokasi di Jakarta Timur tersebut, belum lama ini, itu semua disimpan dalam ruangan di Gedung Paseban.
Sejumlah foto hitam putih tersusun pada susunan partisi kayu berlatar merah. Masing-masing foto memiliki deskripsi momen pengangkatan dan penguburan tujuh perwira yang gugur di sumur maut.
Foto dimulai dengan Pangkostrad Mayor Jenderal TNI Soeharto yang memberikan petunjuk pada saat dilaksanakannya penggalian dan pengangkatan jenazah pada tanggal 4 Oktober 1965.
Dilanjutkan foto Tim Kipam KKO-AL saat persiapan memasuki sumur tua dalam rangka pengangkatan jenazah korban pembunuhan G 30 S/PKI. Kemudian Tim Kipam melaksanakan pengangkatan jenazah korban dibantu anggota ABRI bersama masyarakat menggunakan tali hingga Aqualung.
Jenazah kemudian ditempati di peti jenazah sebelum dinaikkan ke atas panser. Tujuh panser dipersiapkan untuk diberangkatkan pada 5 Oktober ke Taman Makam Pahlawan. Tembakan salvo pun melepas keberangkatan jenazah pahlawan revolusi tersebut setelah Menkohankam Jenderal TNI AH Nasution memberi amanat dan pidato perpisahan.
Isi dari amanat Jenderal TNI AH Nasution juga ditunjukkan dalam kanvas dan ketikan huruf besar. Selain itu, keterangan pers yang disampaikan Pangkostrad Mayor Jenderal TNI Soeharto seusai pengangkatan jenazah dari sumur di Desa Lubang Buaya juga bisa dipelajari setiap pengunjung museum.