ANDA pasti ingat betul rasanya ketika lidah bertemu dengan tekstur lembut mangga matang yang manis alami. Lezat dan menggiurkan. Namun untuk mendapatkan mangga yang matang dan manis ini menjadi tantangan tersendiri.
Dilansir dari WikiHow, berikut beberapa ciri yang bisa acuan sekaligus pedoman ketika hendak membeli mangga. Pastikan hanya mangga matang dan berkualitas yang Anda beli dan bawa pulang ke rumah.
Aroma harum yang manis
Hanya mangga matang yang bisa mengeluarkan aroma khas yang harum dan menggoda. Dekatkan pangkal batang mangga pada hidung dan hirup aromanya, jika tercium aroma harum, manis dan segar maka itu tandanya mangga sudah pada tingkat kematangan yang pas. Mangga yang beraroma tipis atau belum maksimal menandakan itu belum matang sempurna atau masih setengah matang.
Tekstur lembut
Buah mangga yang memiliki tekstur lembut adalah indikator jika mangga sudah matang. Jangan pernah membeli mangga yang masih bertekstur keras. mangga matang punya ciri empuk layaknya tekstur buah persik dan buah alpukat yang matang. Selain itu, tingkat kematangan mangga juga bisa dinilai dari beratnya, semakin berat sebuah mangga maka semakin tinggi juga tingkat kematangannya. Usahakan untuk tidak membeli mangga yang masih keras karena mangga seperti ini masih jauh dari tingkat kematangan, kecuali jika Anda ingin menyimpannya terlebih dulu.
Warna kulit tidak selalu menjamin kematangan
Kematangan mangga tidak bisa selalu dilihat dari warna kulitnya. Meski kadang sebagian kulit mangga sudah memiliki warna kuning atau kemerahan, itu terkadang warna yang menipu. Warna mangga tidak bisa jadi indikator kematangan, karena kadang ada mangga yang berwarna kekuningan karena terpapar panas matahari.
Mangga berbintik = bagus
Jangan takut dengan mangga yang dipenuhi bintik pada permukaan kulitnya. Tanda alami ini justru jadi tanda tingkat kematangan mangga yang maksimal. Bintik hitam menandakan kandungan gula alami dalam buah ini sudah maksimal. Mangga berbintik diindikasi memiliki rasa yang lebih manis dibandingkan mangga berkulit mulus tanpa bintik.
(Santi Andriani)