VAKSIN demam berdarah dengue (DBD) bisa mencegah 65,6 persen risiko penularan penyakit dari vektor nyamuk itu. Tapi, vaksin ini baru lebih efektif disuntikkan pada anak-anak usia sembilan sampai 16 tahun. Kenapa demikian?
Peneliti Utama Vaksin DBD di Indonesia Prof Dr dr Sri Rezeki Hadinegoro SpA(K) menjelaskan, respon imunitas anak usia sembilan hingga 16 tahun tergolong sangat bagus. Sementara itu, tubuhnya mampu melawan empat jenis serotipe virus dengue yang menyebabkan kematian.
"Setelah dilakukan uji klinis pada bayi, anak-anak, dewasa muda, dan dewasa, efektivitas pencegahan DBD ini terbatas di usia sembilan sampai 16 tahun saja. Dengue termasuk virus ganas. Tapi kalau anak sembilan tahun dapat vaksin dengue, tubuhnya bisa melawan virus secara alami," ujar Prof Sri, saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa 25 Oktober 2016.
Kalau di bawah usia 9 tahun, sistem imunitas tubuh anak kurang efektif melawan virus dengue. Akibatnya, tubuh tidak mampu melawan virus tersebut yang ditularkan lewat nyamuk.
Orangtua juga jangan lupa mengantarkan anaknya untuk melakukan vaksin DBD. Pemberian vaksin ini sebanyak tiga kali dengan jarak setiap enam bulan sekali.
"Harga vaksin memang mahal. Tapi jangan pikirkan harganya, pikirkan manfaatnya supaya mencegah DBD yang dapat menyebabkan kematian," tukasnya.
(Helmi Ade Saputra)