Kenali Penyebab dan Gejala Infeksi pada Bayi Baru Lahir

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Selasa 25 Oktober 2016 10:27 WIB
Kenali penyebab dan gejala infeksi pada bayi baru lahir (Foto: Thetimes)
Share :

BAYI baru lahir memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Inilah alasan mengapa bayi rentan terserang oleh infeksi. Karena itu, Inisiasi Menyusui Dini (IMD) menjadi sangat penting.

Air susu ibu (ASI) menyediakan bayi baru lahir antibodi yang membantu melawan infeksi. Makan itulah, bayi yang memperoleh ASI ekslusif lebih jarang terserang oleh infeksi.

Di sisi lain, ketika bayi yang baru lahir tidak mengembangkan infeksi, maka itu bisa menjadi perhatian. Hal ini karena bayi yang baru lahir bisa mendapatkan infeksi sangat cepat.

Untungnya, bayi juga merespon dengan sangat cepat terhadap pengobatan. Jika dokter mencurigai bayi yang baru lahir terserang infeksi, maka ia akan mulai melakukan pengobatan antibiotik sesegera mungkin.

Penyebab infeksi

Seperti dikutip dari Aboutkidshealth, kebanyakan infeksi pada bayi yang baru lahir disebabkan oleh bakteri dan virus. Jalan lahir seorang ibu mengandung bakteri, terutama jika memiliki infeksi aktif.

Saat melahirkan, bayi bisa menelan atau bernapas dalam cairan di jalan lahir, dan bakteri atau virus bisa masuk ke paru-paru serta darahnya.

Bayi dapat menjadi sakit saat melahirkan atau beberapa hari pertama setelah lahir. Karena, bakteri atau virus berkembang biak, sehingga bayi yang baru lahir dapat menjadi sakit begitu cepat. Semakin cepat infeksi ditemukan dan diobati, kian baik untuk bayi yang baru lahir.

Ada sejumlah bakteri dan virus yang dapat ditularkan dari ibu ke bayi selama kehamilan atau melahirkan. Kadang-kadang, bayi yang baru lahir terkena infeksi jika orang di sekitarnya sedang pilek atau flu.

Gejala infeksi

Mungkin awalnya sulit untuk mengetahui apakah bayi baru lahir terserang infeksi atau tidak. Karena, bayi baru lahir yang sehat juga dapat memiliki beberapa gejala meskipun tidak terserang infeksi.

Pada bayi baru lahir yang terserang infeksi, gejala-gejala berikut ini akan berlanjut dan bayi perlu diperiksa oleh dokter:

- Suhu tidak teratur, di bawah 36,6 derajat celsius atau di atas 38 derajat celsius, diukur pada dubur.

- Makan yang buruk dan kesulitan bangun untuk makan

- Mengantuk yang berlebihan

- Napas cepat pada tingkat lebih dari 60 napas per menit

- Perubahan perilaku

Jika infeksi semakin memburuk, bayi yang baru lahir dapat mengembangkan gejala-gejala tambahan seperti berikut ini:

- Sulit bernapas

- Kebiruan di sekitar mulut

- Kulit pucat atau keabu-abuan

- Suhu tubuh tinggi di atas 38 derajat celsius

- Suhu tubuh rendah di bawah 36,6 derajat celsius, meskipun diselimuti atau dikenakan pakaian

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya