BUDAYA batik berkembang hampir di semua daerah di Nusantara. Di Jawa sendiri, motif dan filosofi batik banyak ragamnya. Tak terkecuali batik dari Jawa Barat.
Mengenai batik Jawa Barat, batik Cirebon mungkin lebih dikenal daripada batik dari daerah lainnya. Padahal, di Jawa Barat sendiri, seni dan industri perbatikan telah tersebar di sekitar 27 kabupaten, kata Sendy Ramania "Yusuf", Ketua Yayasan Batik Jawa Barat.
"Ketika mendengar batik Cirebon, masyarakat mungkin menganggap itu bagian batik Jawa tengah atau ketimuran, padahal itu bagian dari batik Jawa Barat yang punya ciri khas berbeda. Batik Jawa Barat punya corak batik yang lebih colorful dan berani, bisa merah, kuning, atau hijau terang. Ini terutama dari daerah pesisir, seperti di utara ada Indramayu dan Cirebon. Pesisir selatan ada Sukabumi, Pangandaran. Ada juga motif Priangan dari Bandung dan Garut yang masing-masing punya ciri khas berbeda," jelasnya.
Saat ditemui dalam acara Indonesia Batik Heritage oleh MNC Lifestyle, pemilik yayasan yang berdiri sejak 2008 tersebut pun mengambil kultur batik Jawa Barat yang memerhatikan kehidupan sosial dalam usahanya untuk melestarikan kerajinan dan penggunaan batik. Melalui yayasannya, ia telah bekerja sama dengan pemerintah untuk mengadakan pembinaan dan pelatihan pengembangan batik.
"Ambil contoh motif 'the dancing peacock' atau merak ngibing yang terkenal dalam batik Jawa Barat. Mungkin tidak ada makan filosofi mendalam dari penuangan ide itu ke dalam natik, tapi kita bisa melihat bahwa apa yang kehidupan sosial sangat mempengaruhi kesenian batik. Inilah alasan kami membuat berbagai gerakan sosial untuk melestarikan batik Jawa Barat," pungkas istri dari Dede Yusuf tersebut.
(Silvia Junaidi)