Ini Rencana Restorasi Museum Seni Rupa dan Keramik

Erika Kurnia, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2016 13:26 WIB
Musuem Seni Rupa dan Keramik (foto: Erika/Okezone)
Share :

TERLETAK di sisi timur alun-alun Kota Tua, Museum Seni Rupa dan Keramik sering tidak dilirik warga. Selain karena posisinya, kata seni dalam nama museum ini membuat jarak antara masyarakat awam dan bangunan museum.

Namun, para profesional yang peduli dengan museum dan kesenian dan bergabung dalam Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, telah sepakat untuk membuat proyek percontohan restorasi museum ini. Cosmas Gozali, arsitek sekaligus anggota YMMJ sangat bersemangat dengan rencana tersebut.

“Museum Seni Rupa dan Keramik ini akan dibangun kembali dan menjadi pilot project awal. Saya sebagai seorang arsitek, dan pencinta seni, merasa sangat terhormat dapat membuat perencanaan restorasi museum ini,” tuturnya saat ditemui di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta Utara, Rabu (12/10/2016).

Cosmas pun telah melakukan riset dan mendapatkan ide untuk restorasi museum pertama tersebut. Meski bisa memakan waktu dua tiga tahun, Cosmas berharap restorasi ini akan mendekatkan masyarakat dengan museum dan jiwa seni yang terkhusus dimiliki museum tersebut.

Meniadakan pagar

Di museum tersebut memiliki pagar dari perbaikan sebelumnya, yang menurut Cosmas hanya memberi jarak pada masyarakat dan memberi batasan psikologis. Di depan museum tersebut juga akan dibuatkan kolam untuk mendinginkan bagian depan museum.

Membangun plaza dan amphitheater

“Restorasi museum ini bertujuan membuka museum menjadi terbuka untuk publik. Bangunan tua museum yang kokoh dengan pilar-pilarnya sudah membuat masyarakat masuk ke dalam. Tapi ini bisa diakali dengan membuka plaza dan sculpture garden (taman seni) supaya masyarakat bisa lebih dekat dengan seni,” terangnya.

Dengan menyajikan seni di luar museum, menurutnya, ini akan membuat warga bukan sekedar tertarik masuk ke museum, tapi menjadikan seni yang mudah terlihat memberikan mereka yang melihat pola pikir yang berbeda dan keseimbangan emosional.

“Kita mau buat plaza yang besar dengan amphitheater yang memungkinkan museum membuka acara outdoor. Jadi museum ini bukan hanya bisa menjadi tempat orang melihat seni, tapi juga rekreasi,” tambahnya.

Menanam tanaman khas

“Kita juga akan ganti tanaman di sini dengan pohon-pohon baru khas Jakarta, jadi museum nggak cuma sekedar bisa dinikmati karya lukisan atau cerita sejarahnya, tapi juga tau ilmu tentang nama dan khasiat tanaman, seperti semak daun mangkok yang hampir punah padahal punya khasiat obat. Jadi museum bisa sekaligus jadi pusat pendidikan masyarakat juga," lanjut Cosmas.

Buat cafe di belakang museum

Dengan meningkatkan fungsi lain dari museum, seperti membuat cafe, diharapkan bisa menarik banyak pengunjung. Ini tentunya membutuhkan kemampuan menggabungkan bangunan tua dan kontemporer tanpa mengurangi keaslian bangunan.

Punya standar internasional

“Dalam pilot project ini, bangunan yang indah ini akan diperbaiki dengan standar internasional. Ketentuan mengenai kelembaban udara, pencahayaan untuk menerangi koleksi seni di sini belum terjadi sekarang, padahal ada 400 koleksi di dalam museum ini,” ujarnya.(fid)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya