Selama ini, kata dia, dirinya memang sering hadir di acara buka luwur untuk mendapatkan nasi uyah asem. Meskipun harus berdesak-desakan, dia mengaku, tidak mempermasalahkan, karena kondisinya setiap tahun seperti itu.
Nasi uyah asem yang diperoleh tersebut, katanya, akan dibawa pulang untuk dikonsumsi bersama anggota keluarganya serta diberikan untuk sanak saudaranya. Berdasarkan pantauan, sejumlah warga yang mendapatkan nasi uyah asem tampak semangat menyantapnya bersama rekan-rekannya.
Warga juga ada yang memanfaatkan nasi tersebut untuk bahan campuran makanan ayam atau ternak lain dengan harapan tidak mudah terserang penyakit.
Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Muhammad Nadjib Hassan menjelaskan, berkat buka luwur dengan masakan uyah asem dan jangkrik goreng disediakan sebanyak 31.254 bungkus, sedangkan nasi yang dikemas dengan keranjang sebanyak 2.100 bungkus.
Daging dan nasi yang dibagikan tersebut, kata dia, berasal dari masyarakat dengan inisiatif sendiri memberikan bantuan. Selain mendapatkan bantuan uang, kata dia, panitia juga mendapatkan bantuan berupa beras, kerbau, dan kambing serta bumbu-bumbuan.