FITNESS trackers berupa gelang kebugaran kian digemari banyak kalangan. Namun sepertinya alat canggih itu tak sesuai dengan namanya, sebab gelang kebugaran tidak bisa menjamin kesehatan Anda!
Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat menunjang fasilitas kesehatan karyawan dengan gelang kebugaran. Meski laporan data tiap bulan menunjukkan hasil yang baik, namun hal itu tak mengubah taraf kesehatan karyawannya dalam jangka panjang.
Sebuah studi dilakukan sejumlah peneliti dari Duke-National University of Singapure Medical School. Uji coba pun dilakukan dengan membandingkan karyawan yang memakai perangkat gelang kebugaran dalam berbagai kondisi.
“Banyak orang ingin melihat bukti bahwa gelang kebugaran mampu meningkatkan aktivitas yang mengarah pada perbaikan kesehatan dan mengurangi risiko penyakit kronis,” ungkap Eric Finkelstein, ketua penelitian tersebut, seperti dikutip Health, Senin (10/10/2016).
Penelitian dilakukan selama satu tahun dengan 800 pekerja dari 13 perusahaan di Singapura. Mereka mengenakan gelang kebugaraan biasa seharga USD60 atau sekira Rp778 ribu.
Para pekerja pun dibagi empat kelompok. Mereka yang menggunakan gelang kebugaran, memakai gelang dan diberi tunjangan uang tunai, memakai gelang dan diberi insentif tak terduga dan kontrol grup (untuk perbandingan).
Mereka dibiarkan bekerja seperti biasa dan peneliti mengukur tingkat kesehatan fisik, termasuk berat badan, tekanan darah, kapasitas aerobik sampai kualitas hidup.
Enam bulan pertama, kelompok pekerja dengan gelang kebugaran dan diberi bonus uang tunai terlihat lebih aktif daripada kelompok kontrol. Kelompok ini satu-satunya yang mengalami perubahan yang signifikan dibanding kelompok lain.
Pada akhir masa studi, ternyata kelompok tersebut tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Justru kondisi kesehatan mereka terbilang seperti di awal.
Sejauh ini, perusahaan hanya menjamin tingkat kesehatan karyawannya dengan gelang kebugaran dan insentif tanpa penyuluhan mengenai bagaimana cara menjaga kesehatan melalui pola makan, pencegahan dan lain sebagainya.
Karena penilaian dihimpun berdasarkan aktivitas fisik. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa gelang kebugaran tak bisa menjamin kesehatan dalam jangka panjang. Melainkan harus diselaraskan dengan pola makan yang tepat.
“Gelang kebugaran hanya fasilitator untuk aktivitas fisik. Dan itu belum tentu memberi perubahan kesehatan,” ucap Courtney Monroe, assistant professor of health promotion, education and behavior di University of South Carolina.
Laporan terbaru dari Journal of American Medical Association pun membenarkan akan hal tersebut. Mereka mengungkap fakta bahwa keseimbangan antara aktivitas fisik dan pola makan lah yang dapat menjamin tingkat kesehatan seseorang.
(Hessy Trishandiani)