Biasanya, selama masa pubertas, tubuh kita mulai menghasilkan lebih banyak androgen atau testosteron yang kemudian berubah menjadi folikel Vellus muda menjadi Terminal. Berjalannya waktu, folikel rambut Terminal tertentu bisa mulai mundur kembali ke folikel Vellus. Hasilnya, secara perlahan folikel rambut tidak tumbuh kembali.
Para peneliti telah menemukan bahwa folikel rambut setiap individu memiliki ekspresi yang berbeda dari gen dalam folikel. Setiap ekspresi gen bereaksi berbeda terhadap testosteron. Beberapa gen menghambat kesehatan folikel dan beberapa lainnya meningkatkan folikel.
Karena setiap folikel individu tidak sama, masing-masing ekspresi gen juga berbeda satu sama lain. Folikel di kepala Anda mungkin mati, tapi di area lain dari tubuh tidak, begitu pun sebaliknya. Dikutip dari Todayifoundout.
(Helmi Ade Saputra)