Petikan Gitar Tunggal Lampung yang Tertinggal

Tri Purna Jaya, Jurnalis
Minggu 11 September 2016 15:23 WIB
Gitar tunggal Lampung yang tertinggal (Foto: Ist)
Share :

LANTUNAN lagu mendayu dengan petikan yang khas lamat-lamat terdengar dari gitar kayu di tangan Ryan Bekry, seniman gitar tunggal Lampung. Gubahan yang bercerita tentang dinamika kehidupan keluarga ini mengiringi hari yang beranjak malam nan sejuk di tengah kota ini.

Petikan khas nuansa Sai Bumi Ruwa Jurai tersebut begitu menghanyutkan. Nuansa pesisir dengan ayunan ganjil dan sedikit bernada melayu. Gitar tunggal yang pernah menjadi gaya pergaulan kaula muda Lampung zaman dahulu ini berusaha mencari gaungnya kembali di tengah modernitas musik pop.

Seniman Way Kanan itu mengatakan, lagu gitar tunggal Lampung memiliki makna sejak intro sampai akhir lagu yang tidak bisa dipisahkan.

"Setiap bait saling berkaitan. Dia punya cerita dari awal sampai akhir. Jadi enggak asal dikarang begitu saja," katanya, belum lama ini.

Setiap lagu pun, katanya, tidak bisa sembarang dikarang atau dinyanyikan tanpa mengetahui lagamnya. Menurut pemimpin Sanggar Karya Abadi ini, ada berpuluh-puluh lagam petikan pada gitar tunggal asli Lampung, diantaranya Petikan Serai Kasih, Kembang Kancang, Keroncong Pandan, Sekandu, Setimpal, atau Keris 1 sampai 3.

Ryan menjelaskan, petikan-petikan ini sangat memengaruhi warna dari bagaimana naskah lagu itu dinyanyikan. Ia mencontohkan, misalnya jika menggunakan Petikan Serai Kasih maka akan ada pengulangan bait lagu di beberapa bagian.

"Misalnya Serai Kasih, bait pertama dan kedua mengulang dua kali, bait ketiga ngulang tiga kali, lalu bait keempat mengulang dua kali. Atau misalnya petikan Kembang Kancang, bait pertama, kedua, ketiga, dan keempat mengulang dua kali," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya