SIAPA yang tak kenal dengan kudapan khas Bogor asinan. Segarnya kuah asinan yang umumnya dicampur dengan berbagai sayuran atau buah-buahan, menjadi ciri khas tersendiri saat Anda berkunjung ke Kota Hujan ini.
Namun, apa rasanya jika jagung bakar yang menjadi bahan dasarnya? Meski terdengar aneh, asinan jagung bakar juga merupakan salah satu makanan khas Kota Bogor yang cukup langka. Karena memiliki cita rasa unik, jagung bakar ini disiram dengan segarnya kuah asinan.a
Ada satu lapak penjual asinan jagung bakar yang terkenal yaitu "Asinan Jagung Bakar Pak Sabur". Lapak sederhana yang berada di sisi Jalan Suryakencana, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat ini, merupakan yang tertua dari lapak penjual makanan yang sama.
Nama "Asinan Jagung Bakar Pak Sabur" ini diambil dari nama penjualnya sendiri yang bernama Sabur (55). Sabur mengaku makanan asinan jagung bakar sudah ada sejak 1968. "Bapak saya yang pertama jualan asinan ini. Kalau saya baru jualan tahun 1980," kata Sabur, saat diwawancari oleh Okezone, belum lama ini.
Kesegaran kuah asinan yang dipadukan dengan jagung bakar manis, membuat asinan cita rasa makanan unik. Untuk kuahnya, Sabur meraciknya sendiri dari resep orangtuanya. Hal itulah yang membuat rasa asinan miliknya berbeda dari yang lain.
Dalam penyajiannya, kudapan ini tergolong sederhana. Mula-mula jagung manis ia bakar hingga masak dan gosong menggunakan arang. Kemudian disisir menggunakan pisau hingga bijinya berjatuhan. Untuk satu porsi asinan jagung bakar biasanya memerlukan satu bonggol jagung.
Setelah disisir ke dalam mangkuk, jagung tersebut diberi irisan timun, gula, dan garam. Untuk takaran gula dan garam, Sabur lebih mengandalkan pengalamannya, yakni satu atau dua sendok gula dan garam sebagai tambahan penyedap rasa.
"Yang beda dari penjual yang lain itu dikuahnya. Resepnya saya dapat dari ayah saya dulu juga tidak ada yang dikurangin jadi rasanya tetap terjaga sampai sekarang. Paling bedanya kalau dulu pakai jagung biasa, sekarang jagung manis," terangnya.
Setelah semuanya masuk didalam mangkuk, terakhir ia menyiramkan jagung bakar dengan kuah asinan racikannya. Tidak ketinggalan untuk menambah kenikmatan, ditambahkan pula sambal berbahan dari cabai rawit segar dan krupuk mi sesuai dengan pesanan pembeli.
Tampilan warna merah dari sambal cuka yang berpadu kuning dan totol hitam dari jagung bakarnya, membuat siapapun yang melihat ingin segera mencicipnya. Rasa asam dari kuah dan manisnya jagung juga pedasnya sambal membuat asinan ini sangat pas dimakan siang hari.
Untuk dapat menikmati kesegarannya, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp15 ribu per porsinya. Jika ditambah pelengkap yaitu kerupuk mi, harganya menjadi Rp22.500.
"Biasanya dalam satu hari saya jual 60 porsi asinan. Paling ramai pembeli itu hari Minggu. Banyak orang-orang dari luar Bogor yang tahu asinan ini pada datang buat dijadiin oleh-oleh mereka," tuturnya.
Setiap hari, Sabur membuka lapak asinan jagung bakarngya mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Jika Anda berkunjung ke Kota Bogor, tidak ada salahnya untuk mempir ke tempat ini untuk sekedar mencicipi atau dijadikan buah tangan kepada sanak saudara di rumah.