Baju Militer Eropa Sudah Antiserangga, Bagaimana di Indonesia?

Dinno Baskoro, Jurnalis
Jum'at 19 Agustus 2016 23:22 WIB
Baju militer Eropa sekarang sudah antiserangga (Foto: Dailymail)
Share :

"Ternyata, orang Eropa ada ketakutan saat bertugas di negara tropis. Dari studi yang mereka lakukan, justru lebih banyak pasukan meninggal karena malaria, demam berdarah, dan penyakit bawaan dari nyamuk ketimbang karena peluru," ucap Iwan Kurniawan, Wakil Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), saat ditemui Okezone di Pabrik Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu 17 Agustus 2016.

Seragam militer antiserangga buatan Tanah Air itu sudah dimodifikasi dengan campuran bahan kimia pada kain. Sehingga serangga sejenis nyamuk dan serangga lainnya bisa mati jika hinggap pada kain.

Di Indonesia, produsen tekstil dan garmen Sritex dipercaya untuk merancang seragam militer yang antiserangga ini.

Jika di Tanah Air, menurutnya, seragam tersebut belum menjadi prioritas pasukan militer. Mungkin karena penyakit malaria dan demam berdarah sudah familiar dan terbilang bisa dilakukan pencegahan, penanganan, sampai mengobatinya cukup mudah diakses.

"Dengan teknologi seperti ini, kita masih dalam tahap pengenalan ke Indonesia, agar tentaranya bisa pakai seragam antiserangga. Belum lama ini, kami juga melakukan pengenalan ke Malaysia," tutupnya.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya