PEMALSUAN kartu asuransi kesehatan nasional dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat resah banyak masyarakat.
Yang lebih meresahkan lagi adalah kurangnya sosialisasi BPJS ke masyarakat yang memberi peluang masyarakat menjadi korban penipuan, ini diungkapkan oleh Okky Asokawati, selaku anggota Komisi IX DPR RI bidang Kesehatan.
“Kalau saya amati, terkait berbagai bentuk pemalsuan terhadap layanan kesehatan kita belakangan ini adalah karena kurangnya sosialisasi yang baik. Harusnya BPJS Kesehatan disosialisasikan secara masif,” ujarnya dalam diskusi Redbons di Kantor Okezone, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Pemalsuan BPJS Kesehatan oleh oknum tertentu terungkap dari sejumlah warga di Desa Kertajaya. Mereka yang ingin membuat kartu tersebut diminta biaya Rp100 ribu untuk beberapa kartu sesuai anggota keluarga tanpa perlu membayar iuran bulanan yang menjadi peraturan BPJS Kesehatan.
Salah seorang korban mengaku warga yang ikut tertipu tidak memahami cara mendaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan, bahkan bentuk dari kartu yang asli. Hal ini membuat Okky dan Komisi IX DPR akan mengusut pengawasan kartu yang dikelola BPJS sekaligus dorongan agar sosialisasi BPJS dilakukan dengan mendatangi masyarakat.
“BPJS Kesehatan perlu aktif mendatangi masyarakat di pedesaan atau di daerah lain yang akses teknologi komunikasi atau pelayanan kesehatan susah. Jadi, diharapkan bisa dipertimbangkan lagi untuk lebih menjemput bola,” tambahnya.
(Helmi Ade Saputra)