BEKERJA karena ibadah memancarkan kecantikan dari hati sosok Elidawati. Dengan menerapkan nilai-nilai Islam, Elidawati tidak berhenti terus berbagi sekaligus melambungkan popularitas hijab hingga mancanegara.
Menjalankan usaha bisnis dengan dimotori semangat untuk ibadah memang hasilnya berbeda. Tidak hanya mendatangkan materi yang berlimpah, tetapi juga amalan baik yang akan mendampinginya ketika di akhirat kelak.
Elidawati bersama Dubes Rizal Sukma di London (Foto: Tuty Ocktaviany)
Begitulah Elidawati mempunyai prinsip hidup yang selalu dijalaninya setiap hari. Termasuk juga dalam menjalankan usaha bisnis hijab.
Ya, popularitas Elidawati memang melambung tinggi sebagai founder dari Elhijab, grup fashion brand dari Elzatta hijab dan DAUKY fashion hijab. Brand dari Elhijab ini sering kali menghiasi layar kaca dengan mempercantik penampilan para selebriti, seperti para pemain sinetron ‘Tukang Bubur Naik Haji’ di RCTI.
Tentu saja tidak begitu saja Elidawati bisa langsung mengukir kesuksesan seperti sekarang. Proses demi proses dilewatinya dan dijalani dengan niat karena ibadah. Inilah yang memancarkan kecantikan dari hati sosok Elidawati.
“Jangan takut bermimpi. Sesuatu harus diikhtiarkan, setelah dream. Nanti hasilnya Allah yang kasih. Kalau Allah belum kasih, pasti belum waktunya,” ucap Elidawati membuka pembicaraan dengan Okezone, usai perhelatan Indonesian Weekend di Potters Field Park, London, belum lama ini.
Dengan pengalaman bekerja sebelumnya, Elidawati mempunyai bekal yang mumpuni untuk merintis bisnis hijab sendiri. Lantas, kenapa tetap fokus di hijab?
“Saya sudah 52 tahun. Kalau cari uang, itu-itu saja. Setiap waktu, kita bisa meninggalkan semua ini. Nah, sekarang kita harus berpacu dengan waktu. Bagaimana yang dilakukan bisa memberikan nilai tambah buat kita,” tutur Elidawati.
Usaha yang dilakukannya memang tidak sekadar mengejar keuntungan. Nilai-nilai Islam diimplementasikannya, sehingga bisa berbagi dan memberikan manfaat positif kepada banyak orang.
“Di perusahaan, saya mengajak tim untuk bekerja karena ibadah. Karena suatu waktu, di akhirat nanti amalnya akan mendatangi dia. Jadi, karyawan tidak hanya mengharapkan gaji setiap bulan. Kalau amal itu tidak akan habis, tetapi akan menemani nanti,” jelas Elidawati penuh semangat.
Sekalipun bekerja karena ibadah, Elidawati tetap menerapkan prinsip profesionalitas. Sekalipun office boy, misalnya, harus tetap dihargai dengan baik, diberi imbalan yang memadai.
“Berusaha menjadi pribadi yang adil, bijaksana, tolong-menolong, dan berterima kasih. Dalam Islam, berbagi itu utama. Maka perusahaan itu berbagi dan karyawan tahu. Saya menekankan untuk bersikap terbuka,” tambah perempuan lulusan Pendidikan Sejarah Universitas Padjajaran (UNPAD) itu.
Dengan adanya satu visi dan misi, tentunya untuk menggapai tujuan jadi lebih mudah. Elidawati juga tidak pernah lelah mengajak timnya untuk selalu fokus menggapai tujuan.
“Banyak kegiatan yang kita lakukan. Kalau hasilnya belum sesuai keinginan, kita evaluasi dan perbaiki terus. Jadi, tidak takut melangkah. Jadi, saat ini benar-benar berhasil begini, bukan karena upaya saya. Tetapi berkat dukungan relasi, team work, dan keluarga. Saya selalu bilang ke mereka untuk selalu minta doa orangtua masing-masing, sehingga dalam bekerja diberikan kelancaran. Saya juga bersyukur punya banyak teman baik yang selalu support,” tambah Elidawati.
Kini, Elidawati pun merealisasikan mimpinya satu demi satu. Sukses mendukung ajang internasional Indonesian Weekend di London dan menggelar Hijab Fashion Weekend, impiannya tidak langsung berhenti. Tahun ini, Elhijab bahkan serius menggarap market Inggris dengan berniat membuka toko di London.
“Insya Allah tahun ini bisa buka toko di London. Orang luar kemarin (di ajang Indonesian Weekend, red) memang kebanyakan menanyakan soal keberadaan toko kami di London. Kalau secara tim, kami sudah siap. Kapasitas produksi dan kemampuan ekspor juga siap. Kami sudah siap go international,” tambahnya.
Elidawati berharap Elhijab bisa menjadi kebanggaan sebagai produk Indonesia.
“Selama ini Jepang punya Uniqlo, Spanyol punya Zara. Kami ingin menjadi kebanggaan di dalam negeri dan mancanegara,” tutup perempuan ramah ini.