ARTIS Ayudia Bing Slamet baru saja melahirkan bayi laki-laki dengan metode Gentle Birth di Bumi Sehat, Ubud, Bali. Gentle Birth memang metode persalinan 'kuno' yang kini kembali ngetren.
Gentle Birth merupakan metode persalinan alami yang bertujuan ibu hamil tetap rilek ketika melahirkan. Hal itu pun dirasakan oleh Ayudia Bing Slamet yang melahirkan bayi laki-laki dengan metode Gentle Birth.
"Gentle Birth, seru, seru, seru," ujar Ayudia kepada Okezone, Selasa 24 Mei 2016.
Sementara itu, Reza Gunawan, praktisi penyembuhan holistik yang telah menekuni penyembuhan alami sejak 1988 mengatakan, yang harus menjadi prinsip, persalinan bukanlah sebuah peristiwa medis, melainkan peristiwa alam. Ya, melahirkan adalah peristiwa natural, bukan medis.
Reza memaparkan peninjauan ulang terkait perihal kelahiran.
"Tidak perlu ada yang dicemaskan, apalagi ditakutkan. Kumpulkanlah hormon cinta yang telah dirancang Tuhan melalui mekanisme alam. Hormon cinta inilah yang akan ada di dalam darah bayi dan ibu," jelasnya.
Dalam kesempatan seminar yang dihadiri ibu-ibu dari berbagai posyandu yang diundang produsen susu Frisian Flag, Reza memperkenalkan konsep kelahiran yang masih belum banyak dikenal orang awam di zaman modern sekarang ini, gentle birth.
"Konsep kelahiran gentle birth ada untuk membantu pasangan di seluruh dunia dapat lebih tenang, lebih percaya diri, dan memegang kendali pada hari terbesar dalam hidup mereka. Yakni, kelahiran sang buah hati," jelasnya.
"Persalinan bukanlah sekadar perkara ‘secara fisik ibu dan bayi selamat’, tapi perlu dipahami juga dari aspek energi, jiwa, dan alam," imbuhnya.
Konsep kelahiran gentle birth sendiri merupakan serangkaian upaya merawat proses sebelum hamil hingga usai melahirkan dengan tujuan:
Alami dan minim intervensi medis
Karena dalam ilmu aslinya, kehamilan dan kelahiran merupakan sebuah peristiwa alam. Bukan anti-medis, tapi minim intervensi medis. Jika dibutuhkan saja, tim medis hanya mendampingi jika ada suatu hal yang dibutuhkan.
Intervensi medis yang tak perlu, metode persalinan dan penanganan yang tak selaras dengan kebutuhan alamiah manusia, serta lingkungan yang tak mendukung inilah yang diyakini banyak peneliti sebagai penyebab trauma, baik terhadap ibu maupun bayi. Trauma itu ikut menentukan perilaku jiwa si anak ketika tumbuh dewasa, mulai bagaimana dia mengenal dan mengekspresikan cinta, berkomunikasi, berperilaku, mengambil keputusan, dan lain sebagainya.
Ramah jiwa dan minim trauma
Banyak hal-hal yang menyebabkan seorang ibu stress hendak melahirkan. Tapi bila seorang ibu sudah yakin dalam hatinya, sudah dibersihkan traumanya, maka proses persalinan dapat terjadi dengan tenang dan penuh kecintaan.
Penuh cinta dan koneksi
Ketika sudah yakin dalam diri, proses melahirkan hanya butuh suasana tenang dengan pendampingan orang-orang terkasih, seperti suami dan orangtua. Orang-orang terdekat memberi support dan kata-kata menenangkan menjadi ada suasana penuh cinta. Keyakinan seorang ibu untuk dapat melahirkan dengan sehat juga menciptakan suatu koneksi tersendiri dengan buah hati.
Mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara holistik
Pelajarilah konsep gentle birth untuk dapat merubah pandangan ibu dan menumbuhkan keyakinan diri diiringi kecintaan. Segera peluk si buah hati ketika dilahirkan. Proses-proses tersebut merupakan fenomena pelekatan jiwa antara ibu dan buah hati.
Proses persiapan sebaiknya dilakukan sebelum dan selama kehamilan, meliputi pembersihan diri agar semua bagian dalam diri kita yang sebelumnya ditunda, ditolak, atau dihindari bisa disembuhkan lebih dahulu.
"Gentle birth yang terpenting ialah persiapan. Proses persiapan sebaiknya dilakukan sebelum dan selama kehamilan, meliputi pembersihan diri agar semua bagian dalam diri kita yang sebelumnya ditunda, ditolak, atau dihindari bisa disembuhkan lebih dahulu," tutupnya.
(Helmi Ade Saputra)