HARI Keluarga Internasional yang akan diperingati pada 15 Mei 2016 mendatang, mengingatkan pada pentingnya fungsi keluarga bagi tumbuh kembang anak.
Bukan hanya sekadar seremonial, tapi Hari Keluarga Internasional harus menjadi bahan introspeksi diri bagi para orangtua untuk berperan aktif dan menyediakan diri di tengah-tengah anak.
Namun sayangnya, di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, orangtua lebih banyak mengandalkan gadget dalam mengasuh anak. Misalnya, membiarkan anak main asalkan anteng atau memberi kesempatan anak mengakses informasi yang ada di internet untuk mencari tahu apa yang mereka butuhkan.
Sekretaris Jenderal Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rita Pranawati mengatakan, mengenalkan anak pada gadget dan dunia digital sedari dini sering kali dipandang penting oleh orangtua agar anak tidak ketinggalan zaman. Tak dapat dipungkiri, gadget merupakan sumber anak belajar tanpa batas. Hal ini tentu menjadi tujuan yang positif.
"Namun, menjadi negatif ketika gadget menjadi teman yang dominan untuk anak. Terlebih lagi apabila anak usianya belum siap untuk gadget, maka anak akan kencanduan dan keterganggu keterampilan motorik dan sosialnya," ucap Rita dalam acara Sambut Hari Keluarga Internasional yang diselenggarakan SOS Children's Villages Indonesia, Rabu (11/5/2016).
Oleh sebab itu, pada Hari Keluarga Internasional nanti orangtua diingatkan untuk 'puasa' gadget. Berakhir pekanlah bersama anak, kemudian ciptakan waktu berkualitas dengan bermain, bercengkerama, beraktivitas tanpa gadget.
(Vien Dimyati)