Keistimewaan gudeg yang membuatnya terkenal sepanjang masa ini yaitu aromanya yang khas dengan campuran areh (santan kental) yang melimpah. Seperti yang diungkap Annisa, salah seorang pelanggan, bahwa gudeg basah ini rasanya tidak terlalu manis seperti gudeg kebanyakan. Selain itu sambal krecek yang disajikan pun memiliki cita rasa yang cukup pedas karena dicampurkan dengan cabai utuh.
“Uniknya tuh ada daun pepayanya. Tapi daunnya juga enggak pahit. Gudeg lain kan enggak ada daun pepayanya. Jodoh banget lah dicampuri di gudeg. Pas,” ujar Annisa, dilansir dari Harianjogja.com.
Sri sunarti, pemilik sekaligus anak dari Bu Pujo ini mengatakan paling banyak pengunjung didominasi oleh wisatawan. Terutama hari libur, warung ini lebih ramai dikunjungi.
Tempatnya yang sudah melegenda memang tak hanya dikenal masyarakat Jogja, melainkan hingga wisatawan. Mempunyai sejarah yang cukup panjang membuat warung ini masih bertahan hingga sekarang.
“Pelanggan tetap sudah banyak dan juga harga disini sangat terjangkau dibanding sekian banyak warung gudeg di Yogya. Jadi itu mungkin ya kenapa bisa bertahan dengan banyak pelanggan,” jelas Sri.