CIREBON - Kejayaan kuliner khas Cirebon sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Setiap hari sejumlah tempat yang menjajakan kuliner khas Cirebon selalu dipenuhi pengunjung. Baik warga Cirebon sendiri maupun para wisatawan.
Namun, spot penjual kuliner tersebut berbeda-beda. Sehingga, kepadatan konsumen tersebut menimbulkan kemacetan di berbagai titik di Cirebon lantaran parkir kendaraan pengunjung yang sampai memakan badan jalan. Keberadaan sentra kuliner khas Cirebon sendiri belum ada.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Cirebon, Yuyun Wahyu Kurnia meminta Pemkot Cirebon untuk secepatnya membuat sentra kuliner. Menurutnya, tujuan sentra kuliner tersebut selain untuk menguatkan sektor ekonomi, juga untuk memecah kepadatan lalu lintas yang saat ini kerap terjadi di sejumlah lokasi penjual kuliner.
“Saat ini lokasi kuliner khas Cirebon masih tercecer sehingga menimbulkan kemacetan. Hal itu jangan dibiarkan saja, pelaku usaha kuliner harus diarahkan dan dibina oleh pemerintah. Caranya dengan membuat pusat kuliner dan industri kreatif,” katanya, dikutip dari Kabar-Cirebon, Selasa (3/5/2016).
Ia mengatakan hal tersebut sangat mendesak. Sebab, saat ini para wisatawan datang ke Cirebon untuk mencicipi kulinernya yang sudah tersohor tersebut. Ditambah, kata dia, akses ke Cirebon pun semakin mudah. Diresmikannya Tol Cipali beberapa waktu lalu meningkatkan tingkat kunjungan wisata ke Cirebon secara signifikan.
Harus strategis
Yuyun juga menilai, dibukanya Bandara Kertajati dan Tol Cisumdawu beberapa bulan ke depan dipastikan semakin banyak wisatawan yang datang ke Cirebon. Sehingga, menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mempersiapkan sentra kuliner khas Cirebon.
“Makanya keberadaan sentra kuliner ini sangat penting mengingat wisatawan datang ke Cirebon juga karena ingin mencicipi kulinernya. Lokasinya juga harus strategis, kalau saya melihat di Kesenden itu cukup representatif. Nanti semua bus pariwisata diarahkan ke situ semua, harus komprehensif antara wisata, kuliner dan industri kreatif,” ujar dia.
Ia mengatakan, para pelaku usaha jasa boga pun, khususnya katering jangan terjebak di acara hajatan saja. Namun, harus berusaha melebarkan sayap ke sektor lain. “Bandara Kertajati kan sebentar lagi beroperasi, coba koordinasikan dengan maskapai penerbangannya, agar di pesawat itu menyajikan kuliner daerah bandara berada,” katanya.
Sehingga, kelezatan kuliner Cirebon akan menjadi cerita di kampung halaman para wisatawan dan semakin banyak yang berkunjung ke Cirebon. “Jelas hal ini merupakan peluang bagi pelaku jasaboga di Cirebon,” pungkasnya.
(Amril Amarullah (Okezone))