BANDUNG - Kerajinan kulit buaya sudah lama diminati industri fashion dunia. Keunggulan kulitnya yang lebih keras dan tangguh menjadikan material kulit buaya banyak dicari untuk dijadikan beragam benda, seperti tas, ikat pinggang, sepatu, atau dompet.
Di Indonesia, rasanya harus menyebut Papua sebagai pulau dengan industri kerajinan dari kulit buaya yang ramai. Kota Merauke dan sekitarnya adalah salah satu sentra perajin kulit dari hewan reptil ini.
Ada dua jenis buaya yang kulitnya bisa digunakan sebagai material untuk benda kerajinan yaitu buaya air tawar dan buaya muara (air asin). Perbedaan di anatra keduanya, buaya air tawar, motifnya kurang menonjol dan ukurannya lebih pendek.
Namun demikian, dalam hal legalitas, para pengrajin kulit buaya tentu harus memperhatikan peraturan yang berlaku. Hal ini sangat penting, mengingat buaya termasuk hewan yang dilindungi dan cukup langka di Indonesia.
Namun, sejak tahun 2008, pemerintah daerah Papua telah mengeluarkan peraturan bahwa kulit buaya legal untuk dipasarkan.
Perizinan ini keluar karena kulit buaya dianggap sebagai kerajinan yang membanggakan dan merupakan aset daerah. Walau telah dilegalkan, pemerintah tetap melakukan pengawasan dan membolehkan penggunaan kulit buaya hanya dalam batas-batas tertentu.
Berikut adalah empat fakta menarik mengenai produk-produk barang yang terbuat dari kulit buaya di Indonesia, dikutip dari PR Online.