Keraton Kasepuhan Targetkan Wisatawan Timur Tengah

Agregasi Kabar Cirebon, Jurnalis
Rabu 30 Maret 2016 12:43 WIB
foto: KC Online
Share :

CIREBON – Sejarah Cirebon tidak terlepas dari Timur Tengah. Begitupun sejarah masuknya Islam di Cirebon melalui perdagangan, juga ada kaitannya dengan ulama-ulama di Timur Tengah.

Karena sejarah panjang dengan Timur Tengah itulah, Keraton Kasepuhan ingin menarik warga dari tanah kelahiran Nabi ini menjadi wisatawan yang berkunjung ke Cirebon.

Demikian salah satu yang akan menjadi target Keraton Kasepuhan dalam menyambut Cirebon sebagai kota tujuan wisata. Keraton Kasepuhan Cirebon menargetkan wisatawan Timur Tengah bisa memasuki Cirebon mengingat daerah tersebut adalah salah satu sejarah masuknya Islam dan berkembangnya Islam di Pulau Jawa.

“Dengan sejarah yang panjang itu, kami menargetkan wisatawan Timur Tengah bisa memasuki Cirebon, karena acara tradisi Islam sangat banyak digelar dalam festival tersebut,” kata Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan, PRA Arief Natadiningrat, dikutip Kabar-Cirebon, Selasa (29/3/2016).

Ia menjelaskan, target wisatawan Timur Tengah merupakan prioritas, mengingat banyak sekali potensi yang ada di Cirebon, khususnya pada bulan-bulan perayaan umat Isalam.

Seperti bulan ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan yang biasa diperingati dengan “mauludan”, bulan Safar, Muharam dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Kalau melihat potensi, tentu Cirebon sangat berpotensi untuk dikunjungi wisatawan Timur Tengah, apalagi banyak menyuguhkan tradisi Islam Jawa,” ujarnya.

Sultan Arief menambahkan, seharusnya Cirebon merupakan salah satu “wisata halal” yang ada di Indonesia, mengingat di Cirebon mayoritas umat Islam. Apalagi Cirebon merupakan daerah yang relatif sudah siap menjadi salah satu kota “wisata halal” di Indonesia.

“Seharusnya Cirebon lah yang menjadi kota ‘wisata halal’ karena daerah ini memang mayoritas Islam, bukannya Bali,” tambahnya.

Pada bagian lain Arief menegaskan, dengan akan diadakannya “Festival Pesona Cirebon 2016″, maka Kota Wali ini siap deklarasikan menjadi kota tujuan wisata. “Oleh sebab itu, dalam berbagai event kami akan terus promosikan potensi wisata Cirebon kepada wisatawan lokal dan mancanegara,” imbuh dia.

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kota Cirebon, kunjungan wisatawan selama 2015 mencapai 481.223 orang untuk wisatawan domestik, sedangkan dari wisatawan asing mencapai 6.831 orang.

Adapun tingkat kunjungan hotel selama 2015 di Kota Cirebon mencapai 7.957 orang untuk tamu dari wisatawan asing, sedangkan tamu hotel dari wisatawan domestik mencapai 190.110 orang.

“Kenaikan tingkat kunjungan wisata secara keseluruhan mencapai 15 persen untuk wisatawan domestik ataupun asing,” kata Kadisporbudpar Kota Cirebon, Dana Kartiman.

Dana mengungkapkan, tingkat kunjungan wisatawan paling tinggi terjadi selama libur Natal dan Tahun Baru 2016 di tempat-tempat wisata ataupun hotel.

“Melihat trend kenaikan kunjungan wisata di Kota Cirebon setelah hadirnya Tol Cipali, maka kami targetkan kenaikan pada 2016 sebesar 20 persen,” ujarnya.

Dana mengakui tingginya kenaikan kunjungan wisata di Kota Cirebon tidak terlepas dari hadirnya Tol Cipali yang mulai beroperasi pertengahan tahun 2015 lalu, apalagi saat akhir pekan dan libur panjang.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya