TERAPI oksigen hiperbarik bisa menyembuhkan luka yang sulit sembuh, termasuk luka pada penderita kencing manis. Selain itu, terapi oksigen hiperbarik memang dapat mengobati kencing manis.
Terapi oksigen hiperbarik sedang menjadi perbincangan setelah Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RSAL Mintohardjo terbakar. Dalam Insiden ini menewaskan 3 orang pasien dan seorang dokter pendamping.
Namun, sebenarnya terapi oksigen hiperbarik mempunyai banyak manfaat kesehatan, bahkan tidak hanya mengobati kencing manis. Seperti dikutip dari laman resmi RSAL Mintohardjo www.rsalmintohardjo.com, terapi oksigen hiperbarik juga dapat dimanfaatkan untuk gangguan saraf seperti stroke dan neuropati.
Selain itu, terapi oksigen hiperbarik juga bisa mengobati gangguan telinga, seperti mendadak tuli dan telinga berdenging. Gangguan keseimbangan seperti vertigo juga dapat diobati dengan terapi oksigen hiperbarik.
Selanjutnya, terapi oksigen hiperbarik juga bisa dimanfaatkan untuk pengobatan penyempitan pembuluh darah mata, gangguan saluran cerna seperti tukak lambung. Terapi oksigen hiperbarik juga bisa mengatasi infeks jamur dan alergi.
(Helmi Ade Saputra)