RUANG terapi oksigen hiperbarik di RSAL Mintoharjo, Jakarta Pusat kemarin terbakar. Insiden ini menewaskan 3 orang pasien dan seorang dokter pendamping.
Atas insiden ini, masyarakat banyak yang bertanya mengenai apa sebenarnya terapi oksigen hiperbarik. Seperti dilansir dari laman resmi RSAL Mintohardjo www.rsalmintohardjo.com, terapi oksigen hiperbarik adalah suatu cara pengobatan di mana peserta terapi bernapas dengan menghirup oksigen murni (100%) di dalam Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) lebih dari 1 atmosfer absolut.
Terapi Pengobatan Hiperbarik Oksigen (OHB) merupakan terapi utama pada penyakit penyelaman dan terapi tambahan pada berbagai penyakit klinis. Terlepas dari insiden yang terjadi, ternyata terapi oksigen hiperbarik memiliki banyak manfaat.
Di antaranya, terapi oksigen hiperbarik dimanfaatkan untuk penyakit penyelaman (Decompression Sickness dan Emboli Gas Arteri) dan keracunan gas (CO, HCN, H2S). Selain itu, terapi oksigen hiperbarik juga dimanfaatkan untuk mempercepat pelepasan gas beracun dan meningkatkan kadar oksigen, sehingga kebutuhan seluruh sel tubuh akan terpenuhi.
Selanjutnya, terapi oksigen hiperbarik juga bisa menyembuhkan luka yang sulit sembuh, seperti luka pada penderita kencing manis, luka terinfeksi, gas gangren, infeksi tulang, crush injury, compartment syndrome, luka bakar, luka pasca operasi dan transplantasiu. Manfaat lainnya adalah meningkatkan sistem pertahanan tubuh untuk mengatasi infeksi dan pembentukan cabang-cabang pembuluh darah baru untuk mengatasi penyumbatan dan kerusakan pembuluh darah.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.