Kain lurik merupakan salah satu khas kain asal Indonesia. Sebelumnya masyarakat mengenal kain lurik hanya digunakan sebagai kain untuk menggendong bakul bambu.
Namun di tangan kreatif desainer lokal Solo Indrias Tri Purwanti atau lebih di kenal sebagai Indrias Senthir, kain lurik mampu naik pamornya. Dengan mengusung desain modern kain lurik bisa dijadikan busana yang nyaman dan berkelas.
Mengusung konsep "Passion of Ethnic” menurut Indrias berasal dari rasa keprihatinan sebagai anak negeri yang melihat keberadaan kain tradisonal yang dirajut helai demi helai dari benang mulai tergusur oleh kain buatan pabrik.
Keunikan kain lurik jelas Indrias adalah kain yang ditenun menggunakan benang, di tenun secara tradisional dengan alat tenun bukan mesin (ATBM) atau dioperasikan secara manual dengan tangan manusia.
"Karena itu motif lurik tidak bisa beragam. Tidak bisa sama dan memiliki ciri tersendiri," jelas Indrias di ajang Fashionshow di Paragon Lifestyle Mall, Solo, Jawa Tengah.