Dengan strategi yang dimiliki, induk kerbau milik rombongan Majaphit akhirnya mati dengan perut terbusai di kawasan Nagari Simpuruik saat ini. Sementara daerah Nagari Minangkabau saat ini, merupakan lokasi pemukiman masyarakat pribumi pada saat terjadinya peristiwa adu kerbau yang dimenangkan anak kerbau milik warga setempat itu.
Cerita tentang kerbau itu dianggap sebagai sebuah kisah sejarah asal usul beberapa nagari di seputaran Batusangkar. Kisahnya terus dituturkan secara turun-temurun. Untuk membuktikan kebenaran, tentu memerlukan penelitian mendalam.
Apapun fakta sejarahnya, satu hal yang pasti, Nagari Minangkabau kini telah tumbuh menjadi sebuah pemerintahan nagari dengan luas sekitar 945 hektare dengan tiga kejorongan. Nagari ini berbatasan langsung dengan Nagari Sungayang di sebelah utara, Pagaruyuang (selatan), Saruaso (timur), dan Sungai Tarab (barat).
“Dalam kondisinya saat ini, Nagari Minangkabau amat potensial untuk dikembangkan menjadi daerah transit, pariwisata, perdagangan, pertanian, dan tanaman hortikultura,” jelas sang walinagari.
(Amril Amarullah (Okezone))