BATUSANGKAR – Kejayaan Minangkabau masa lalu, kini jadi bahan penelitian dan seminar. Kehabatan Kerajayaan Pagaruyuang menjadi topik diskusi tiada henti. Penelitian-penelitian sejarah menunjukkan, Minangkabau di Pagaruyuang adalah jejak kebesaran negeri ini.
Kabupaten Tanah Datar menjadi pusat dari kerajaan-kerajaan besar masa lalu itu. Daerah berjuluk Luak Nan Tuo itu pun jadi pusek jalo pumpunan ikan. Artinya, hingga kini menjadi rujukan bagi kabupaten/kota lainnya di Sumbar dalam konteks sosial budaya Minangkabau.
Nagari-nagari yang kini masih eksis, dan amat dikenal punya kaitan erat dengan kejayaan Minangkabau masa silam itu adalah Pariangan, Pagaruyuang, dan Minangkabau.
Khusus untuk Nagari Minangkabau, menurut pengakuan Walinagari Alfani Hamdi, tak ada beban seberat yang disandang nagari yang dia pimpin bila dibanding 74 nagari lainnya yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Nama Nagari Minangkabau, tegasnya, menyiratkan tanggungjawab besar terhadap sejarah masa lalu dan pengaplikasian kemajuannya di masa depan.
“Minangkabau hanyalah sebuah nagari kecil di Kecamatan Sungayang. Tapi nama Minangkabau yang melekat menjadi nama nagari kami, memiliki makna tanggung jawab yang besar terhadap kejayaan Minangkabau di masa silam,” ujarnya dalam suatu percakapan dengan Singgalang, di Pagaruyuang, Senin (29/2/2016).