Sulap Kulit Singkong Jadi Gula Cair Rendah Kalori

Kabar Cirebon, Jurnalis
Senin 29 Februari 2016 14:59 WIB
wanita ini memperlihatkan proses pembuatan kulit singkong menjadi gula manis (foto: KC online)
Share :

Proses Pengolahan

Proses pengolahan gula cair dari kulit singkong mudah diaplikasikan karena hanya dibagi dua tahapan. Yakni, tahapan pembuatan pati dan pembuatan gula.

Pada tahap pembuatan pati, pisahkan antara bagian kulit luar dan dalamnya, cuci kulit bagian dalam sampai bersih, rendam kulit singkong tersebut selama 1 x 24 jam, haluskan kulit singkong yang sudah direndam dengan blender dengan dicampur air, peras untuk memisahkan pati dan ampasnya, dan terakhir endapkan dalam wadah sampai terpisah antara air dan pati.

Selanjutnya, ke tahapan pembuatan gula, pertama-tama, liquifikasi (pengenceran) atau memasak pati dengan perbandingan pati dan air adalah 1:3, yang suhunya mencapai 95°C -105°C dan tambahkan enzim alfa-amilase dengan dosis 1 ml per kg. Setelah itu, dinginkan sampai suhu 60°C, lalu, tambahkan enzim amiloglukosidase 1 ml per kg pati.

Kemudian diamkan selama ±76 jam, masuk ke tahap penjernihan dengan menggunakan arang aktif, evaporasi untuk pengentalan dengan suhu 50-70°C. Kemudian, didinginkan dan terakhir masuk ke tahap pengemasan serta penyimpanan karena sudah kulit singkongnya sudah menjadi gula cair yang mengandung kadar kalori rendah jika dibandingkan gula pasir, yakni 364 kkal per 100 gram.

Gula cair itu ini kualitasnya sangat bagus karena berdasarkan hasil uji laboratorium High Performance Liquid Chromatography(HPCL), ternyata mengandung kalori lebih rendah dibandingkan dengan gula-gula lainnya, termasuk gula pasir karena hanya 364 kkal per 100 gram.

Kendati dibuat dari bahan dasar kulit singkong, tetapi gula cair yang sudah diproduksi masih dalam jumlah terbatas.

“Mengonsumsi gula cair dari limbah kulit singkong tidak membahayakan bagi kesehatan manusia, justru sebaliknya sangat bagus pula bagi penderita penyakit diabetes atau warga yang sengaja tengah melakukan diet,” ujar Lia.

(Amril Amarullah (Okezone))

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya