CIREBON – Kulit singkong yang biasanya dibuang karena dianggap limbah tidak berguna, ternyata mampu disulap menjadi gula cair berkualitas tinggi. Di tangan penemunya, kulit singkong mengandung kalori yang sangat rendah sehingga sangat aman bagi penderita diabetes.
Penemunya adalah Lia Nuryanah, warga RT 01 RW 01 Desa Cikondang, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Gadis kelahiran 6 Mei 1994 yang kini tengah mengenyam pendidikan pada Program Studi Agronomi dan Holtikultura Institut Pertanian Bogor (IPB) ini, sebelumnya telah melakukan penelitian dan uji laboratorium bersama teman-teman sekampusnya yang dibimbing dosen setempat.
Alhasil, selain telah dipatenkan hak ciptanya, penemuan gula cair dari kulit singkong ini merupakan satu-satunya di dunia sehingga menjadi kebanggaan bagi Kota Kuda. Lia Nuryanah yang ketika masih duduk di bangku SMAN 3 Kuningan berstatus sebagai atlet pencak silat di bawah naungan Perguruan Silat Bima Suci, memaparkan, latar belakang penelitiannya tersebut.
Latar belakangnya yakni, ketika Kelompok Tim Gucakusi IPB yang beranggotakan Lia Nuryanah, Abdul Azis, Suryadi, Kurniati Endah Paramitha dan Nunung dengan Dosen Pembimbing Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si, merasa prihatin karena banyak limbah kulit singkong yang terbuang percuma di salah satu daerah pengolahan singkong di daerah Ciluar Bogor.
Di daerah tersebut, terdapat 60 pabrik yang melakukan pengelolahan singkong untuk dijadikan pati atau aci singkong dengan produksi yang cukup fantastik karena dalam sehari saja, satu pabrik minimal mengolah 2 ton singkong, sehingga kalau ada 60 pabrik berarti jumlahnya mencapai 120 ton.
Sementara kulit singkong yang dihasilkan dari total singkongnya adalah 9 persen, sehingga kulit singkong yang terbuang percuma menjadi limbah adalah 10,8 ton. Belum lagi ditambah kulit singkong dari pabrik-pabrik lain yang melakukan pengolahan singkong untuk diproduksi menjadi keripik singkong.
Sedangkan di dalam kulit singkong terdapat kandungan karbohidrat seperti dalam sagu yang bisa dijadikan gula melalui proses enzimatis, sehingga Kelompok Tim Gucakusi tertarik untuk meneliti.. Dalam waktu bersamaan, ada Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dalam bidang Karsa Cipta tahun 2013 dari Dikti.
“Dengan memanfaatkan program tersebut, Kelompok Tim Gucakusi melakukan riset pengolahan gula dari kulit singkong sampai berhasil. Terus mengajukan hak paten dan karena di negara-negara di dunia tidak, maka tahun 2015 terbitlah hak paten tersebut,” ujar Lia, dikutip dari KC Online, Senin (29/2/2016).
Proses Pengolahan
Proses pengolahan gula cair dari kulit singkong mudah diaplikasikan karena hanya dibagi dua tahapan. Yakni, tahapan pembuatan pati dan pembuatan gula.
Pada tahap pembuatan pati, pisahkan antara bagian kulit luar dan dalamnya, cuci kulit bagian dalam sampai bersih, rendam kulit singkong tersebut selama 1 x 24 jam, haluskan kulit singkong yang sudah direndam dengan blender dengan dicampur air, peras untuk memisahkan pati dan ampasnya, dan terakhir endapkan dalam wadah sampai terpisah antara air dan pati.
Selanjutnya, ke tahapan pembuatan gula, pertama-tama, liquifikasi (pengenceran) atau memasak pati dengan perbandingan pati dan air adalah 1:3, yang suhunya mencapai 95°C -105°C dan tambahkan enzim alfa-amilase dengan dosis 1 ml per kg. Setelah itu, dinginkan sampai suhu 60°C, lalu, tambahkan enzim amiloglukosidase 1 ml per kg pati.
Kemudian diamkan selama ±76 jam, masuk ke tahap penjernihan dengan menggunakan arang aktif, evaporasi untuk pengentalan dengan suhu 50-70°C. Kemudian, didinginkan dan terakhir masuk ke tahap pengemasan serta penyimpanan karena sudah kulit singkongnya sudah menjadi gula cair yang mengandung kadar kalori rendah jika dibandingkan gula pasir, yakni 364 kkal per 100 gram.
Gula cair itu ini kualitasnya sangat bagus karena berdasarkan hasil uji laboratorium High Performance Liquid Chromatography(HPCL), ternyata mengandung kalori lebih rendah dibandingkan dengan gula-gula lainnya, termasuk gula pasir karena hanya 364 kkal per 100 gram.
Kendati dibuat dari bahan dasar kulit singkong, tetapi gula cair yang sudah diproduksi masih dalam jumlah terbatas.
“Mengonsumsi gula cair dari limbah kulit singkong tidak membahayakan bagi kesehatan manusia, justru sebaliknya sangat bagus pula bagi penderita penyakit diabetes atau warga yang sengaja tengah melakukan diet,” ujar Lia.
(Amril Amarullah (Okezone))