Kementerian Perhubungan sejak tahun 2014 hingga 2015 telah mengembangkan fasilitas Bandara Rembele baik pada sisi udara maupun sisi darat.
Bandara Rembele saat ini hanya mampu didarati oleh pesawat sebesar Fokker 50 atau CN 235. Nantinya dengan pengembangan fasilitas tersebut, Bandara Rembele akan mampu didarati pesawat Boeing 737-series.
"Dengan potensi wisata alam yang melimpah dan fasilitas bandara yang sudah dikembangkan, diharapkan semakin banyak maskapai penerbangan berjadwal yang akan menerbangi jalur ke bandara Rembele ini," lanjutnya.
Sehingga akan semakin memudahkan kunjungan wisatawan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Bener Meriah.
"Selain sebagai gerbang wisata, Bandara Rembele juga dipersiapkan untuk mitigasi bencana. Karena daerah Bener Meriah dan Aceh Tengah merupakan daerah rawan bencana alam," tutupnya.
(Johan Sompotan)