Sadiya Vanjara, yang mengepalai departemen fisioterapi dan manajemen nyeri di Rumah Sakit Noor, mengatakan telah terjadi peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kasus nyeri leher, bahu, dan pembengkakan otot akibat penggunaan gadget di kalangan anak-anak.
"Anak-anak duduk dalam posisi membungkuk selama berjam-jam. Ini sebabkan ketidaknyamanan di tulang belakang mereka, bahkan memengaruhi postur tubuh mereka. Aktivitas di atas layar sentuh juga tidak melatih ketangkasan yang diperlukan otot jari atau lengan," kata Vanjara.Among.
Kebiasaan beraktivitas di dalam ruangan juga menghalangi mereka mendapatkan sinar matahari yang cukup untuk kebutuhan tubuh mereka. Yang lebih mengkhawatirkan juga adalah efek samping seperti spondylitis, kata ahli bedah tulang belakang Dr Samir Dalvi.
"Kecanduan bermain gadget membuat anak tidak fokus makan, kontak mata yang terbatas, kemampuan berbicara yang terbatas, dan kesulitan berbaur dengan orang lain di lingkungannya. Ini karena gadget hanya menyediakan interaksi satu arah," kata Dr Dalwai.
(Santi Andriani)