SEORANG ibu yang mengira terserang flu, nyaris meninggal setelah menderita infeksi bakteri langka dari penggunaan tampon. Deborah Usher koma selama seminggu setelah divonis menderita toxic shock syndrome (TSS).
Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus pyogenes. TSS menyerang aliran darah di tubuh sehingga ditetapkan sebagai kondisi darurat medis. Bahkan infeksi ini membuat Deborah amnesia, kebingungan, dan memiliki sistem tubuh yang lemah setelah sadar.
Deborah sebelumnya mengaku memakai tampon dengan kekuatan super saat menstruasi. Pada Agustus 2011, dia mengalami flu, namun segera dilarikan ke rumah sakit saat kondisinya memburuk.
"TSS benar-benar mengambil alih hidup saya. Saya bahkan tidak mengingat anak saya, Joshua. Semua momen bersama dengannya seakan lenyap. Ini pengalaman yang menakutkan dalam hidup saya. Setiap hari saya merasa seperti mimpi buruk yang tak pernah berakhir," kenangnya.
Setelah sadar, wanita 27 tahun tersebut sempat tidak bisa berbicara, berjalan, berpakaian, dan makan sendiri. Serangkaian CT scan kemudian dilakukan dan kista besar ditemukan di indung telur dan saluran telurnya. Pada saat itu juga, dokter langsung mengoperasi dirinya.
"Saat terbangun, saya sangat terkejut melihat perut saya. Untungnya keluarga selalu membantu saya," lanjutnya, seperti dilansir dari Dailymail, Minggu (20/12/2015).
Setelah dua minggu, dia dapat jalan kembali dengan bantuan orang tercintanya. Setelah selamat dari maut tersebut, ia pun berjanji tidak akan pernah lagi menggunakan tampon, setelah menggunakan tampon kekuatan super setiap kali menstruasi.
“Kasus TSS seperti yang saya pernah derita sangat langka, apalagi tidak ada orang yang memeringati Anda soal itu. Saya tidak akan pernah menggunakan tampon lagi, karena mereka telah menghancurkan hidup saya,” ujarnya.