MAKANAN pinggir jalan selalu menarik perhatian. Tak jarang, potensi kuliner ini jadi daya tarik wisata tersendiri untuk sebuah negara. Terlebih jika street food itu punya sisi eksotis, pasti banyak dicari berbagai kalangan.
Berikut sejumlah negara yang punya street food eksotis. Ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir Thedailymeal, Selasa (15/12/2015).
Telur seribu tahun
Nama hidangan ini cukup unik, yakni telur seribu tahun. Namun, bukan berarti diolah dalam jangka waktu seribu tahun. Tapi, warna hijau kehitaman, cenderung gelap dan teksturnya seperti agar-agar membuatnya terlihat telur yang diendapkan dalam waktu lama, sehingga disebut sebagai telur seribu tahun.
Sajian ini cukup populer di China sebagai makanan pinggir jalan. Telur ayam, telur bebek atau telur puyuh bisa diawetkan dalam tanah liat dan garam selama 100 hari.
Balut
Balut adalah telur bebek yang hampir berbentuk menjadi janin bebek dan direbus. Sajian kaki lima ini cukup populer di Filipina sebagai makanan ekstrem. Biasanya, balut sudah terbentuk mulai dari tulang kecil bebek, paruh, bahkan bulu kecil.
Burgoo
Burgoo merupakan salah satu sajian kaki lima yang populer di Kentucky, Amerika Serikat. Burgoo umumnya terdiri dari rebusan sayur dan kombinasi daging, misalnya daging babi, tupai dan rusa.
Chahuis
Meksiko memiliki berbagai macam serangga besar untuk dimakan. Tak terkecuali dengan spesies kumbang chahuis yang kerap disajikan di kios-kios kecil pinggir jalan.
Cuy
Di Peru, ada satu hidangan khas yang cukup populer. Adalah cuy yang terbuat dari marmut yang sudah melegenda sebagai hidangan tradisional sejak ribuan tahun lalu. Biasanya, marmut digoreng atau dipanggang dalam bentuk utuh dan kerap dianggap sebagai street food eksotis.