Saat itulah ayah tiga anak ini merasa tertampar. Karier yang accelerated dari manajer ke senior manajer terasa sia-sia. Ia merasa sudah memberikan segala sesuatunya untuk keluarga, tapi ternyata anaknya tidak merasa sebaliknya. Situasi ini pasti pernah dialami oleh para ayah lain yang hanya bisa meluangkan waktu untuk keluarga di akhir pekan.
Akhirnya, ia pun mantap meninggalkan kariernya di perusahaan dan memilih passion-nya sebagai konsultan. Ia membantu orang-orang yang ingin mendapatkan pekerjaan dari mulai upgrade CV sampai upgrade diri.
“Anak-anak Indonesia langganan juara sains di luar negeri. Tapi ketika mereka masuk perusahaan multinasional, mereka gagap. Melalui Career Guide Indonesia, saya ingin membantu mereka untuk stand for themselves, kalau mereka juga tidak kalah dengan orang asing.”
“Setelah sekian lama mencari passion, saya percaya ini adalah passion saya yakni berbuat baik untuk orang lain. Enggak ada lagi politik kantor dan kuantitas serta kualitas bersama keluarga juga bertambah,” tandasnya.
Bagaimana, tertarik untuk berkarier ala Aditiyo?
(Vien Dimyati)