CUACA panas yang masih menyengat hingga beberapa bulan ke depan membuat kita senang mengenakan pakaian longgar dan lebih terbuka. Tapi, luka lebam membiru yang tiba-tiba muncul, bisa mengacaukan penampilan Anda. Bagaimana menghilangkannya?
Sebelum Anda mencari solusi untuk itu, Anda perlu tahu alasan mengapa luka dalam yang kebiruan di bawah kulit Anda terjadi. Beberapa mungkin tidak Anda sadari, karena tidak menimbulkan rasa sakit.
Memar disebabkan adanya kapiler atau pembuluh darah kecil yang mengangkut darah pecah. Apa pun yang menyebabkan kulit menipis, kolagen kulit berkurang, atau melemahkan dinding kapiler menjadi sehingga lebih rentan pecah, akan meningkatkan kemungkinan memar. Sebagai contoh, beberapa daerah seperti tulang kering yang kekurangan bantalan lemak akan lebih rentan terhadap memar.
Pelakunya lainnya? Kekurangan vitamin. Dua vitamin utama yang Anda butuhkan untuk mencegah pembuluh darah mudah pecah adalah vitamin C dan K, kata Rachel Nazarian, MD, dermatologis di Schweiger Dermatology, New York City.
Sayangnya, beberapa orang bisa lebih mudah mendapatkan luka lebam daripada yang lain. "Ketika kulit lebih transparan (pucat), darah di bawahnya akan menjadi lebih jelas," kata Nazarian.
Jika memar Anda berubah warna, itu pertanda baik. Memar awalnya akan berwarna merah keunguan, pada akhirnya akan berubah menjadi kuning kehijauan, dan kemudian cokelat keemasan sebelum memar menghilang. Tapi kita tahu perubahan tersebut membutuhkan waktu lama.
Pengobatan topikal dapat Anda gunakan setiap hari jika Anda rentan terhadap memar. Jika Anda bermasalah dengan kekurangan vitamin, perbanyak vitamin C dan K, baik melalui diet atau suplemen, akan membantu mencegah memar yang muncul secara konstan.
Anehnya, makan banyak nanas juga dapat membantu. Buah kuning tersebut mengandung enzim yang disebut bromelain, yang membantu mengurangi pembengkakan, kata Nazarian. Ia juga merekomendasikan untuk mengompres luka memar dengan es dalam waktu 24 jam.
“Untuk mengurangi peradangan dan nyeri, Anda juga bisa menggunakan perban elastis. Ini akan dapat membantu memperlambat aliran darah untuk lebih mengontrol perdarahan dan memperkecil ukuran memar," sarannya, seperti dikutip dari Womenshealthmag, Selasa (29/9/2015).
(Renny Sundayani)