Perlu diketahui lagi, bakteri yang masuk ke aliran darah akan melepaskan racun yang berpotensi merusak jaringan kulit dan organ. TSS merupakan keadaan darurat medis di mana pengobatan dibutuhkan segera. Sayangnya infeksi sudah terjadi di tubuh Jemma.
“Ia meninggal seminggu kemudian karena perdarahan di otak saat dipasangi alat bypass pada jantung dan paru-parunya," ungkap Diane, yang dikutip dari Dailymail, Kamis (24/9/2015).
Tes darah Jemma menunjukkan adanya bakteri staphylococcus dalam darahnya. Dokter mengatakan bakteri tersebut berkaitan dengan TSS dan sepsis yang dialami Jemma. Meski pemeriksaan post-mortem tidak dilakukan sepeninggal Jemma Maret tahun lalu, Diane yakin TSS dan sepsis yang dialami putrinya berhubungan dengan penggunaan tampon.
Dari kejadian tersebut, Diane kini berusaha menyadarkan masyarakat di sekitarnya, terutama pengguna tampon, bahwa TSS yang menyebabkan sepsis atau keracunan darah bisa terjadi dengan penggunaan tampon yang tidak benar.
"Keluarga saya sendiri bahkan belum banyak yang tahu tentang TSS. Dengan meningkatnya kepedulian terhadap TSS, saya berharap tidak ada lagi Jemma-Jemma yang lain di luar sana," kata Diane dalam rangka World Sepsis Week.
(Renny Sundayani)