Atlet Renang Ini Meninggal Akibat Tampon

Erika Kurnia, Jurnalis
Kamis 24 September 2015 11:59 WIB
Atlet muda ini meninggal akibat tampon (Foto: Dailymail)
Share :

PEMBALUT seperti tampon memang telah diperingati agar digunakan sewajarnya untuk mencegah Toxic Shock Syndrome (TSS). Kini, satu remaja 13 tahun telah menjadi korban akibat penyalahgunaan tampon yang berakhir pada kematian.

Tampon, yang berbeda dengan pembalut, digunakan dengan dimasukkan ke dalam serviks untuk menyerap langsung darah menstruasi. Kelebihannya yang tidak akan merembes saat wanita menggunakannya di dalam air, membuat Jemma-Louise Roberts getol berlatih renang meski sedang menstruasi.

Sayangnya, atlet belia ini harus menerima masalah karena kelalaiannya. Ibu Jemma, Diane mengatakan kondisi kesehatan putrinya mulai tidak membaik saat Jemma mengalami diare dan lemas saat berlibur bersama keluarga. Saat dibawa ke rumah sakit, Jemma didiagnosis dengan infeksi virus di pencernaannya.

Seiring kondisinya yang terus memburuk, ia lantas dibawa ke Royal Albert Edward Infirmary, Wigan. Dokter pun mendiagnosis Jemma dengan TSS, infeksi bakteri terkait penggunaan tampon yang cukup jarang terjadi tapi sangat mengancam jiwa. Infeksi ini disebabkan bakteri yang biasanya hidup di kulit, hidung, atau mulut.

Perlu diketahui lagi, bakteri yang masuk ke aliran darah akan melepaskan racun yang berpotensi merusak jaringan kulit dan organ. TSS merupakan keadaan darurat medis di mana pengobatan dibutuhkan segera. Sayangnya infeksi sudah terjadi di tubuh Jemma.

“Ia meninggal seminggu kemudian karena perdarahan di otak saat dipasangi alat bypass pada jantung dan paru-parunya," ungkap Diane, yang dikutip dari Dailymail, Kamis (24/9/2015).

Tes darah Jemma menunjukkan adanya bakteri staphylococcus dalam darahnya. Dokter mengatakan bakteri tersebut berkaitan dengan TSS dan sepsis yang dialami Jemma. Meski pemeriksaan post-mortem tidak dilakukan sepeninggal Jemma Maret tahun lalu, Diane yakin TSS dan sepsis yang dialami putrinya berhubungan dengan penggunaan tampon.

Dari kejadian tersebut, Diane kini berusaha menyadarkan masyarakat di sekitarnya, terutama pengguna tampon, bahwa TSS yang menyebabkan sepsis atau keracunan darah bisa terjadi dengan penggunaan tampon yang tidak benar.

"Keluarga saya sendiri bahkan belum banyak yang tahu tentang TSS. Dengan meningkatnya kepedulian terhadap TSS, saya berharap tidak ada lagi Jemma-Jemma yang lain di luar sana," kata Diane dalam rangka World Sepsis Week.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya