Lulus S1, Kerja Dulu atau Langsung S2?

Ariesta Asri, Jurnalis
Sabtu 19 September 2015 06:25 WIB
Lulus S1, kerja atau lanjut S2 (Foto: Idealcandidate)
Share :

BANYAK fresh graduate merasa bingung. Haruskah langsung meneruskan S2 atau mengumpulkan pengalaman dulu lewat bekerja?
 
Maya Arvini, profesional, penulis buku Career First, mentor di Young on Top dan CeweQuat Sisterhood, sekaligus motivator karier membagikan pengalamannya.
 

“Sebenarnya waktu S2, saya zero pengalaman kerja. Tapi, yang menarik, saya aktif di berbagai organisasi terutama di Kopma (Koperasi Mahasiswa). Saya juga magang di Telkom. Pengalaman organisasi, Kopma, ditambah magang menjadi modal besar. Secara akademik saya juga lulus cumlaude baik S1 maupun S2, apalagi S2 jadi lulusan terbaik,” bebernya pada Okezone beberapa waktu lalu.

Berbekal modal ini, Maya tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan selepas S2 meski belum punya pengalaman kerja profesional. Lulusan double degree Universitas Padjadjaran dan master dari Universitas Indonesia ini berhasil menyisihkan sekitar 2000-an peserta untuk menjadi delapan orang terpilih pada seleksi penerimaan pegawai baru IBM. IBM merupakan perusahaan IT terbesar di dunia.

“Tapi sebenarnya lulusan S2 zero experience dengan S1 zero experience tidak ada bedanya di dunia kerja. Jadi, tidak boleh pikir begitu lulus S2 dengan zero experience, berarti bisa dapat gaji lebih tinggi. Karena jarang sekali perusahaan yang membedakan gaji berdasarkan gelar. Apalagi perusahaan multinasional. Kalau PNS mungkin saja. Banyak orang yang salah kaprah,” lanjutnya.

Berdasarkan pengalaman Maya berkarier di perusahaan besar seperti IBM dan Microsoft, orang yang belajar terus menerus tanpa pernah aktif di organisasi atau belum pernah punya pengalaman kerja umumnya memiliki masalah soft skill. Ada kecenderungan tidak mudah memercayai orang lain karena selama ini mampu melakukan semuanya sendiri.

“Di dunia kerja, orang yang pintar secara intelegensi belum tentu sukses. Karena sukses berkarier tidak hanya bergantung pada intelegensi. Kalau seseorang itu cerdas, pintar otaknya, that's good berarti dia akan menyerap lebih cepat. Tapi kalau di dunia kerja kan kamu kerja sama orang, kamu interaksi sama orang, belum lagi faktor melobi bos. Office politic dan kekuatan mental tidak ada hubungannya dengan kecerdasan. Dan ini yang harus dilatih,” Maya menekankan.

Oleh karena itu, Maya menganjurkan bagi fresh graduate untuk punya dua tahun pengalaman kerja sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Pasalnya, para penyandang gelar master tanpa pengalaman kerja cenderung memakai pendekatan yang terlalu teoritis dalam problem solving dan decision making.

“Memang ada benarnya kalau keburu kerja dan punya uang sendiri bisanya keburu malas sekolah lagi. Tapi, ini semua kembali ke diri sendiri. Ini hanya masalah pilihan hidup saja,” tandasnya menutup pembicaraan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya