Peraih Penghargaan IBM dan Microsoft Ini Pernah Dijuluki Anak Culun

Ariesta Asri, Jurnalis
Sabtu 19 September 2015 05:11 WIB
Maya Arvini (Foto: Deden/Okezone)
Share :

MEISARI Arvini Hidayati atau akrab dipanggil Maya Arvini adalah seorang profesional, penulis buku Career First, mentor di Young on Top dan CeweQuat Sisterhood, sekaligus motivator karier.
 

Kariernya sebagai profesional bermula dengan bekerja di perusahaan IT terbesar di dunia yakni IBM. Bidang sales mengantarkannya meraih penghargaan Best ASEAN Sales Representatif di tahun ketiganya bekerja.

Di tahun yang sama dan di usianya yang masih muda, ia menyabet penghargaan Award Golden Circle dari IBM internasional sebagai karyawan berprestasi. Hadiahnya tak tanggung-tanggung, ia diterbangkan ke Bermuda oleh perusahaan.

“Waktu itu saya peserta termuda. Jadi belum pernah ada yang terima penghargaan ini dan ke Bermuda sebelum umur 30,” Maya bercerita.

Prestasinya ini ternyata membuatnya dilirik Microsoft Indonesia. Setelah pindah ke Microsoft pun, Maya menyabet penghargaan Share Fighter Award dari Microsoft Asia Pacific karena penjualan yang dihasilkan selalu di atas rata-rata.

Selama menjabat sebagai Head of Product Marketing untuk Application Platform di Micro Indonesia, Maya mampu mengembangkan skala bisnis yang dikelola menjadi 200 persen tumbuh jauh lebih cepat dari para pesaingnya.

Diakui Maya, prestasinya ini tidak luput dari kerja keras. Tapi, jika menilik masa kecilnya, tak mengherankan jika Maya memiliki karier yang sukses. Maya adalah langganan juara kelas, juara umum, hingga berbagai lomba cerdas cermat mata pelajaran eksakta.

“Saya dari kecil memang selalu juara dari SD sampai SMA. Jadi teman-teman saya lihatnya saya ini nerd (culun) banget. SMP juara cerdas cermat, SMA juga juara cerdas cermat matematika, fisika, dan kimia. Buat sebagian orang mungkin membosankan belajar, tapi aku memang suka,” tuturnya pada Okezone.

Dilahirkan di keluarga sederhana dari ayah dan ibu seorang guru, Maya mengaku tidak pernah dipaksa belajar oleh orangtuanya. Ia menyebut kebiasaannya tekun belajar lahir dari learn by example. Bagi Maya, belajar merupakan kesenangan. Di waktu senggang pun ia senang mendengar audio book dan menganggap ini sebagai hobi.

“Kebetulan orangtua saya memang guru, jadi aku banyak belajar dari mereka. Orang-orang enggak heran saya berprestasi karena mungkin orangtuanya juga guru. Yang menarik, saya di keluarga tidak pernah disuruh belajar, misalnya ditanya kamu belajar dong atau sudah ngerjain PR belum? Dulu ibu saya kalau malam menyiapkan bahan untuk mengajar. Jadi ketika melihat ibu ya saya belajar sendiri.”

Ia mengaku berprestasi karena memang ingin berprestasi dan melakukan yang terbaik tanpa harus disuruh. Karena dua kakaknya juga sama-sama murid teladan ditambah dengan kondisi keluarga yang sederhana, prestasi yang diperolehnya tidak kelak membuatnya diperlakukan khusus oleh orangtua.

“Kalau zaman sekarang anak tidak menjadi juara satu apresiasi orangtuanya heboh dan memberikan banyak hadiah, tapi di keluarga saya tidak. Jadi didikannya memang seperti itu. Saya melakukan segala sesuatunya sebagai motivasi intrinsik, bukan untuk dihargai orang lain,” akunya.

Kesukaannya dalam belajar juga dibuktikan dengan mengikuti kuliah di dua jurusan berbeda di saat bersamaan. Tahun pertama setelah lulus SMA, ia meneruskan ke kuliah ke jurusan Agribisnis Universitas Padjadjaran lalu tahun berikutnya kembali lulus UMPTN di jurusan Manajemen Universitas Padjadjaran. Awalnya ia berpikir untuk memilih salah satu, namun Maya berprinsip untuk menyelesaikan apa yang ia mulai.

Meskipun di universitas yang sama, dua jurusan tersebut terletak di kampus yang berbeda. Maya harus rela bolak-balik Bandung-Jatinangor setiap hari dengan menaiki bus. Tapi, rupanya hambatan ini tidak menyurutkan kegemarannya untuk tetap aktif berorganisasi dan lulus cumlaude baik sebagai sarjana pertanian maupun ekonomi.

Selain menjabat sebagai general manager di Group Gunung Sewu, kini peraih penghargaan 'Young Woman Future Business Leader' dari majalah SWA ini juga aktif sebagai kontributor Kaskus di sub forum profesi, aktif memberikan ceramah dan seminar tentang self development dan soft skill di universitas dan korporat, serta menjadi mentor di Young on Top, CeweQuat, dan Sampoerna Foundation.

“Cara mendidik orangtua saya learn by example dan tough love. Jadi, tidak ada hal yang dibesar-besarkan. Kami semua dididik dari kecil ketika menginginkan sesuatu, dan kami fight for it. Jadi ketika kesampaian, itu semua karena usaha dan kerja keras,” pungkas Maya ramah.

BIODATA

Nama : Meisari Arvini Hidayati

Penghargaan : Best ASEAN Sales Representatif (IBM), Award Golden Circle (IBM), Share Fighter Award (Microsoft Indonesia), Young Woman Future Business Leader (Majalah SWA)

Buku : Career First

Kaskus (blog) : mayarvini

Website : www.mayaarvini.com

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya