FASHION show Balijava by Denny Wirawan yang mengusung konsep Pasar Malam sukses digelar, Kamis 3 September 2015. Bertempat di Grand Ballroom Hotel Kempinski, sekira 80 koleksi ditampilkan yang terinspirasi kain Batik Kudus.
Selain menggunakan motif-motif abadi Batik Kudus, seperti motif bunga Parijoto, motif Bunga Seruni, motif Bunga Tulip, motif Anggrek Cattleya berlatar Biji Mentimun, motif Burung Merak Njraping berlatar Beras Kecer, motif Taman Teratai berlatar Galaran Arab, motif Kaligraf, motif Buketan, dan motif Mbako berlatar Cengkehan, Denny juga menambahkan kreasinya dalam pengembangan motif Batik Kudus ini. Misalnya, Beras Kecer dan Beras Kepyar yang biasa menjadi latar dalam batik, dijadikan motif tunggal dan utama karena sangat edgy di mata Denny. Ada pula motif Pinus kreasi Denny yang menjadi motif baru Batik Kudus.
Pada bagian pertama, 14 busana wanita dan enam baju pria mengisi bagan ini. Denny banyak menampilkan batik dengan teknik cap bermotif Bunga Seruni yang ditimpali motif Bunga Anggrek Cattleya yang dicetak dalam latar putih, hitam, atau berwarna terang. Namun, warna hitam putih yang kerap mendominasi busana pada bagian ini. Sesekali motif geometris muncul di bagian lengan. Begitu pula warna kuning dan fuschia menyelisip menjadi aksen yang manis.
Siluet barisan busana wanita yang sangat bervariasi, mulai dari gaun pendek, celana pendek, jumpsuit, rok lebar berujung sapu tangan, dengan padanan yang tidak kalah beragam, seperti blus boxy, blus tanpa lengan, jaket, hingga blus berlengan lebar. Gayanya memperlihatkan cita rasa provokatif, sekaligus seksi yang dikemas dengan sentuhan feminin-maskulin. Begitu pula dengan busana pria yang didominasi celana 7/8 dengan padanan blus kimono, jaket, dan kurta.
Pada bagian kedua, Denny menjadikan motif batik menjadi bordiran halus yang mengawinkan dua unsur motif yang berbeda dalam satu tampilan. Misalnya, motif Merak Njraping, yang diambil dari motif yang telah ada dan dibuat menjadi bordiran halus dalam ukuran lebih besar. Motif border ini mengantarai motif Buketan dengan motif Bunga Tulip berlatar Beras Kecer dan menyerasikan tampilan keduanya menjadi harmonis.
Meski koleksi mayoritas hadir dalam warna khas batik, sogan, namun lekat dengan kesan kekinian. Di sana-sini diselingi dengan pemakaian batik dan bordir yang tampil indah, mewah, dan megah saat berkombinasi dengan tekstil modern, seperti jacquard, tweed, dan herringbone.
Pada bagian ketiga, Denny menggabungkan motif tanpa kehilangan rupa pada lima keserasian rupa pada lima belas busana wanita dan lima busna pria, yang bernuansa ragam embroidery di dalam variasi perpaduan Batik Kudus dengan bahan yang berbeda seperti satin, jacquard, tweed dan herringbone. Dalam salah satu koleksi, misalnya,terpilih motif bunga lotus berlatar beras kecer geometris yang kaya dimensi untuk mengedepankan kesan sophistichated. Di atasnya, dibubuhkan motif bunga cattleya yang dibuat dalam versi tiga dimensi.
Pada bagian terakhir, ditampilkan 16 busana wanita dan empat busana pria. Ragam sutera dalam batik menjadi yang utama untuk mencakupi siluet yang menyokong tiap busana bernuansa klasik maupun kontemporer. Bahkan, aneka cape berkesan edgy, contohnya, hadir dalam motif bordir Bunga Seruni dalam ukuran besar dan ditindas di atas batik bermotif latar Beras Kepyar.
(Santi Andriani)