BANYAK orang yang tidak mengetahui bahwa Kudus ternyata menyimpan potensi fashion yang sangat mumpuni. Meski dikenal sebagai salah satu pusat kuliner di kawasan Jawa Tengah, Kudus juga menjadi produsen batik tradisional yang patut untuk diperhitungkan. Perkembangan batik di kota ini memang belum terlalu masif jika dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Yogyakarta, Pekalongan, atau bahkan Cirebon yang sudah dikenal sebagai produsen batik terbaik di Indonesia.
Hal inilah yang melatarbelakangi Denny Wirawan untuk mengangkat Batik Kudus sebagai satu dari sekian banyak warisan wastra di pesisir Jawa Tengah, Indonesia. Salah satunya dengan mengadakan event peragaan busana bertajuk ‘Wedari’ di Ballroom Kempinski Hotel Indonesia, Kamis 28 September 2017.
“Jika sebelumnya saya mengusung tema Pasar Malam, untuk event kali ini saya terinspirasi dari batik Kudus itu sendiri yang identik motif flora dan fauna. Dalam Bahasa Sansekerta Wedari atau Wedara adalah taman bunga di istana raja-raja kuno tempat para putri raja bermain dan belajar. Segala keindahan bunga tumbuh di Wedari,” tutur Denny Wirawan, dalam konferensi Pers sebelum peragaan busana dimulai.
Bagi seorang Denny Wirawan, Wedari merupakan refleksi kehidupan yang ia lalui dalam perjalanan selama 20 tahun berkarya di industri fashion. Keindahan dan kesejukan Wedari membuat Denny selalu mengagumi dan mensyukuri nikmat Yang Maha Kuasa. Wedari tidak hanya menjadi sebuah inspirasi sematan, namun juga sebagai altar untuk menghaturkan puji syukur kepada Sang Khalik.