Sebagai masjid di negara Indonesia, arsitektur Masjid Istiqlal mempertimbangkan keberadaannya di kawasan yang beriklim tropis.
Oleh karenanya, bangunan masjid dirancang agar udara dapat bebas bersirkulasi, sehingga ruangan tetap sejuk serta jamaah terbebas dari panas matahari dan hujan.
Selain itu, ruangan salat yang berada di lantai utama dan terbuka sekelilingnya diapit oleh pelataran terbuka di kiri dan kanan bangunan utama dengan tiang-tiang yang lebar. Hal tersebut juga agar memudahkan sirkulasi udara dan penerangan yang alami.
(Johan Sompotan)