Dia mengatakan, lava bantal Berbah tersebut lebih tua dibandingkan gunung api purba lain yang masih berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Langgeran, di Kabupaten Gunungkidul.
“Tidak ada hubungannya dengan Gunung Merapi. Lava bantal berada di dasar samudera, yang memang dulunya itu lautan. Merapi itu masa kini. Setelah lava bantal, kemudian muncul Gunung Semilir, baru Gunung Api Purba Langgeran. Jadi Langgeran itu lebih muda jauh dari lava bantal,” paparnya.
Bambang mengatakan, magma lava bantal tersebut di dalamnya membentuk gelembung-gelembung. Juga merupakan daerah retasan, yang menjadi tempat bertumbuhnya air.
“Itu menjadi tempat bertumbuhnya air, keluar sedikit-sedikit mata airnya,” tuturnya.
Dia menambahkan, dengan semakin banyak dikenal masyarakat umum, dan dibuka sebagai salah satu objek wisata, diharapkan agar masyarakat setempat bisa menjaganya.
“Dipelihara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Harus guyub, rukun. Akan sangat sayang bila tidak dijaga,” ucapnya.