Memajukan jadwal dalam rentang waktu persiapan yang mepet serta mengatur 20 ribu orang memang memerlukan energi dan konsentrasi besar. Tetapi, jika dibandingkan dengan impact yang ingin diraih, bisa lima kali lebih dahsyat.
“Itulah tantangan. Di situlah challenge, untuk merebut double impacts, menghibur di internal, dalam negeri, serta mengesankan di eksternal, bagi tamu yang berasal dari luar negeri,” jelas Arief Yahya.
“Kami yakin bisa mengejarnya. Soal pilihan waktu sangat penting, agar semua Kepala Negara dan delegasi dari berbagai negara itu ikut harus ikut senang, dengan sambutan warga Bandung dan Indonesia dalam memperingati peristiwa bersejarah bagi bangsa-bangsa Asia Afrika itu,” tambahnya.
Perhelatan angklung ini diadakan di Stadion Siliwangi Bandung. Bahkan, momen spektakuler ini akan menjadi rekor dunia dimana pertama di New York (5 ribu orang), dan Beijing (10 ribu orang).
(Johan Sompotan)