Karenanya, Rumah Istana Sumbawa terlihat megah meskipun dibangun menggunakan bahan kayu. Bangunan ini sendiri memiliki filosofi yang mencerminkan kebudayaan masyarakat Sumbawa.
Rumah Istana Sumbawa memiliki filosofi, "adat berenti ko syara, syara berenti ko kitabullah". Artinya adalah semua aturan adat istiadat maupun nilai dalam sendi kehidupan masyarakat Sumbawa harus berlandaskan pada syariat Islam.
Sementara itu, karena hampir sebagian besar Sumbawa merupakan destinasi pedesaan, jadi tidak memiliki infrastruktur pariwisata seperti di Lombok dan Bali. Oleh karenanya, tempat ini cocok bagi pelancong yang gemar berpetualang dan ingin mendapatkan pengalaman yang benar-benar otentik terhadap budaya lokal, demikian dikutip dari Indonesia.travel, Jumat (10/4/2015).
(Johan Sompotan)