KOTA Manado terkenal dengan ragam makanan ekstremnya, seperti daging ular, tikus hutan, kelelawar, dan anjing. Tapi penyanyi Gio, mengaku tak menggemari makanan-makanan ekstrem tersebut.
Meski besar di Manado, Sulawesi Utara, penyanyi Jebolan Indonesian Idol ini mengaku tidak bisa menyantap aneka kuliner berbahan dasar daging ekstrem tersebut.
"Kayak kekelawar, saya pernah nyobain, menurut saya rasanya enggak enak, mual, kebayang sama makhluknya yang masih hidup," kata pria bernama lengkap Giofanny E. Agoes ini saat bertandang ke Kantor Redaksi Okezone, Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Begitu juga dengan daging tikus. Meski tikus yang diolah adalah tikus hutan, namun ini tidak membuat Gio tertarik untuk mencicipinya.
Gio hanya menyukai olahan dari daging babi. Menurutnya, rasa daging babi, atau yang ia sebut sebagai sapi pendek, lebih lezat, ketimbang harus menyantap makanan ekstrem.
"Sapi pendek (babi-red) adalah makanan favorit saya. Saya paling suka dibuat brenebon atau sup kacang merah, ini rasanya enak banget," ujarnya.
Brenebon adalah masakan khas Belanda yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia bagian Timur, yang berupa sup yang terbuat dari kacang merah.
Makanan khas Manado lainnya yang Gio sukai adalah dari olahan ikan, misalnya seperti sambal roa dan ikan cakalang .(yac)
(Santi Andriani)