Agar Bisa Party, Chef Priscil Kerja di Restoran

Santi Andriani, Jurnalis
Sabtu 14 Maret 2015 15:05 WIB
Chef sedang memasak (Foto:Shutterstock)
Share :

BERBEKAL kebisaan dan kebiasannya memasak sendiri di rumah, Priscilya Princessa remaja memberanikan diri bekerja paruh waktu di restoran sebuah hotel di Bali. Tujuannya bekerja, Priscilya mengaku, agar uangnya bisa untuk pesta bersama teman-teman bule-nya.

Priscilya Princessa atau kini dikenal sebagai Chef Priscil, menghabiskan masa remajanya sekira pada 2002, di Pulau Dewata dan bersekolah di sebuah sekolah internasional. Melihat ini, sudah bisa ditebak dari segi finansial, tentu saja Priscil tidak kekurangan. Tapi untuk urusan senang-senang, Priscil harus mandiri alias mencari uang sendiri. Ini yang ia pelajari dari lingkungan teman-temannya yang kebanyakan warga negara asing.

"Anak-anak bule suka party, jalan-jalan, pergi ke Gili (Kepulauan Gili di Lombok-red), makanya mereka cari pekerjaan paruh waktu. Nah, saya mau ikutan donk, biar sama, biar keren, saya juga mulai nyari-nyari pekerjaan paruh waktu. Waktu itu sebelum bom bali pertama," kata Priscil mengenang, saat berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone, Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Karena bisa memasak dan sudah terbiasa memasak sendiri di dapur, Priscil memilih mencari pekerjaan paruh waktu di restoran, sesuai dengan kemampuannya. Perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 26 tahun silam ini pun akhirnya mendapatkan pekerjaan paruh waktu di restoran sebuah hotel di Bali.

Tidak hanya honor yang ia dapat, tapi mulai dari dapur restoran tersebut, ia banyak belajar lebih dalam tentang bagaimana memasak yang benar. Seperti ungkapan 'sekali merengkuh dayung, dua, tiga pulau terlampaui', tak hanya rupiah di tangan, tapi Priscil juga mendapatkan banyak ilmu bermanfaat tentang memasak.

"Mungkin karena saya orangnya yang curiosity-nya (keingintahuaan-red) sangat tinggi, selama kerja di situ saya banyak tanya, saya kepo banget (mau tahu-red). Saya ngeliat kok ada yang kerjaannya hanya pegang daging saja, atau hanya merebus pasta saja, kok mau seharian hanya pegang atau ngerjain yang itu-itu saja," ujarnya

Priscil mengatakan, ia banyak mendapatkan pemahaman bahwa ketika memasak di dapur sebuah restoran, setiap orang sudah memiliki tugas dan tanggungjawabnya masing-masing. Kemampuan orang tersebut dalam mengerjakan bidangnya itu lah, yang akan membawa dia ke tingkat yang lebih tinggi

"Saya banyak belajar, jadi gini toh. Jadi seorang chef nggak sekedar saya bisa masak lalu namain diri saya seorang chef, tidak bisa seperti itu. Tapi itu ada tahapannya, dan tanggungjawabnya semakin naik, mulai dari paling bawah, sampai atas, hingga menjadi seorang executive chef," pungkas Priscil.

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya