Abu vulkanik jatuh hingga di Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan Maluku. Gemuruhnya terdengar hingga di Sumatera atau sekira 2.600 kilometer dari Gunung Tambora.
Bahkan, kuatnya letusan tersebut memangkas ketinggian Tambora dari 4.200 meter dari permukaan laut (mdpl) menjadi hanya 2.700 mdpl.
Kegelapan berlangsung lebih dari dua hari hingga radius kurang lebih 600 kilometer dari puncak gunung, sehingga Pulau Sumbawa diselimuti kegelapan. Bahkan, dampaknya semua tumbuhan dan hewan pun ikut mati.
“Bahkan, kegelapan yang berlangsung selama lebih dari dua hari itu konon menyebabkan Napoleon kalah dalam berperang,” ujar Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu 11 Maret 2015.
Semua masyarakat du Bima, Dompu dan wilayah lain di Sumbawa yang lolos dari maut kala itu menderita luar biasa. Sejumlah penyakit menyerang penduduk, karena air yang diminum terkontaminasi material beracun dari abu vulkanik.