Mitos Selaput Dara dan Tes Keperawanan

Erika Kurnia, Jurnalis
Jum'at 06 Maret 2015 00:18 WIB
Mitos selaput dara dan tes keperawanan (Foto: Wisegeek)
Share :

BEBERAPA negara sering kali meminta tes keperawanan untuk alasan yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan wanita. Seorang wanita dianggap perawan ketika tidak ada tanda-tanda yang terlihat dari "cacat" pada selaput daranya. Di salah satu desa tertentu di Maroko, misalnya, tes agak lebih imajinatif. Seorang calon pengantin perempuan akan diminta menjalani "tes telur". Wanita diminta untuk telentang dengan kaki terbuka. Wanita tua yang memeriksa akan memecahkan telur ke liang kelaminnya. Jika cairan telur masuk ke dalamnya, wanita akan dianggap perawan.

Setidaknya, ada dua aspek umum untuk menentukan keperawanan seorang wanita di dunia, yaitu keutuhan selaput dara dan kekencangan lubang Miss V.

Seperti dikutip dari IFLScience, Kamis (5/3/2015), keduanya masih diyakini menandakan keperawanan pada wanita.

Mitos selaput dara

Selaput dara merupakan membran di dalam saluran Miss V. Dokter masih memperselisihkan fungsi dari selaput dara. Jika fungsi membran ini masih dianggap misteri, salah satu penentu keperawanan ini adalah mitos terbesar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya