"Kemudian, seiring waktu yang berkunjung ke Kampung China pun tidak hanya penghuni perumahan Kota Wisata, tetapi dari luar. Bahkan, beberapa pengunjung datang dari luar Jakarta ataupun luar Pulau Jawa," tambahnya.
Pantauan Okezone, spot Kampung Eropa, Amerika dan Jepang pun layaknya sebuah kota mati. Kios-kios ditutup, bahkan tertera tulisan "bangunan mudah roboh" serta patung-patung ikonik yang telah kusam.
Hanya kawasan Kampung China dan Indonesia yang nampak hidup dengan hingar-bingar aktivitas jual-beli. Warna-warni khas Tionghoa membuat kawasan Kampung China sangat hidup, ditambah lampion yang mengantung di sana-sini.
Kini, Kampung China menjadi pusat mencari pernak-pernik unik dan langka Tionghoa, mulai dari lampion, gantungan, patung-patung, pakaian, hingga samurai. Pada perayaan Cap Go Meh kali inipun pengunjung diyakini akan membanjiri Kampung China yang legendaris ini.
(Johan Sompotan)